Berat amat yak judulnya .__.
I am the kind of person who's easily fascinated. Enough said. Show me the simplest form of fun, i'll fall for it in no time. Like good books, epic science facts, yarns and crochet hooks, or starry sky. The latter has been my most recent fascination, as shown in my most recent blogposts. I like going out at night, stare at the vast, velvety dark sky, and contemplate the tiny dots sparkling before my eyes. And when I'm interested in something, I don't take it for granted. I googled it, read about it, pester my friends who are expert at it. That's how I found HAAJ - Himpunan Astronomi Amatir Jakarta.
HAAJ is a community designed for people who loves astronomy, or stargazing in general, for that matter, like me. It is based on Planetarium Jakarta, which is just a 7 minute walk from my kosan. Eversince I found out that there is a community for stargazing, I started sending emails to them, asking to be a member. Turned out I just need to come to their regular once-every-two-weeks meetings, so they sent me the HAAJ schedule for a year. And I was like, whoa. Their regular meetings are public lectures where people can learn astronomy. Not just the physics, formulas, brain-screwing kind of astronomy, but also the applicative ones, like astrophotography, astroarchaeology, mythical astrology, and when it is Ramadhan; "The Universe from Islamic Point of View". I've been wanting to come since April, but my schedule won't let me. So yesterday, I was very happy I can make it there. I actually invited my friends, but they appeared to be busy. Not wanting to miss another meeting, I decided to come, all by myself (jadi nyanyi).
The lecture was about, like I said, "The Universe from Islamic PoV", brought by Mr. Ikbal Arifyanto. He explained how pre-modern Moslem astronomers view this universe, the naqliyah basis of it all, and how today's astronomy is related to it. I gotta admit that the lecture was brain-screwing. At first I thought maybe because I was a first-comer. But apparently, it was not just me. I noticed people around me were intrigued by Mr. Ikbal's explanation. And how could we not be? He talked about ancient astronomy, when the scientists were Jacks-of-all-trades. You must know that former scientists tend to be multi-expertise. One person can write books about astronomy, medicine, biology, art, and history. Like Al-Biruni. Or Newton. So if we talked about astronomy in ancient time, we can't help but talked about other aspects. And it was very different from modern astronomy we all know today.
But I also learned many fascinating new things. Do you know that former Moslem astronomers were geocentricists who believed that the earth IS the center of universe? What made them think so? And do you know why a week is 7 days? Why not 8, or 5 like in Javanese calendar? We already know that a "day" is defined as the time the earth takes to come one full rotation, a "month" is the time the moon takes to orbit the earth, and a "year" is the time the earth takes to revolve around the sun. But what is the astronomical basis of a "week"? I myself never gave it much thought, until yesterday. The explanation Mr Ikbal gave was brief, but enough to ignite my curiosity, my longing to understand more about it.
Only meetings? Of course not! HAAJ also holds observations after the meetings (if the sky's in good condition), Star Party (out of town, clear skies, tents, telescopes, from dusk til dawn), and Astro Party (astronomy seminar in bigger level, astronomy expo). Some events are for public, to support HAAJ vision to raise people's awareness about our sky and the universe. That's why, HAAJ has members from many different backgrounds; kids and grandpas, boys and girls, high-schoolers, even medstudents (like me xp). The membership is not binding, so anyone who loves stargazing can join.
I also met new friends from yesterday meeting. One of them is, surprise surprise, Mbak Anna, a reporter from Janna Magazine (my favorite magazine!). What a coincidence! She was there to interview the HAAJ chairperson, Mas Rayhan. So naturally I joined her. I get to know how Janna reporter works, I get to know HAAJ from the very chairperson, all in one meeting. Allah surely Knows how to cheer my Ramadhan :)
I am very grateful to finally have the chance to join HAAJ meetings. New knowledge, new friends, and deeper desire to contemplate this universe :)
Sunday, July 14, 2013
Tuesday, July 9, 2013
Agar Surga Rindu Padamu
Catatan malam 1 Ramadhan 1434 H, ceramah tarawih masjid An-Nur Kalipasir
Ada empat golongan orang yang dirindukan oleh surga:
1. Orang yang membaca Al-Qur'an
2. Orang yang menjaga lisannya
3. Orang yang memberi makan orang lain yang kelaparan
4. Orang yang berpuasa Ramadhan
Semoga kita termasuk salah satunya :)
Ada empat golongan orang yang dirindukan oleh surga:
1. Orang yang membaca Al-Qur'an
2. Orang yang menjaga lisannya
3. Orang yang memberi makan orang lain yang kelaparan
4. Orang yang berpuasa Ramadhan
Semoga kita termasuk salah satunya :)
Ramadhan ini
1. Khatam 3 kali (gaboleh mundur dong)
2. Hafal Juz 1 dan setengah juz 2, plus surat2 yang dulu pernah hafal (Ar-Rahman, Al-Muzammil, Al-Mulk)
3. Tarawih tiap hari
4. Shodaqoh tiap hari
5. Sholat jamaah 5x sehari (HARUS bisa)
6. Amalan2 yang uda rutin dijaga
7. Tilawah seenggaknya bisa Bayyati dan Hijaz
8. Selesaiin proyek2 rajutan yang tertunda
9. Tuntasin pengumpulan skripsi (tinggal jilid dan minta ttd susah amat .__.)
10. Nggak nonton2, facebook, twitter, internet maks 2 jam kecuali nugas
11. LULUS IKK (Amiiinn)
12. Jaga hati, mata, tangan, kaki, mulut dari maksiat
Bisa nggak ya :)
2. Hafal Juz 1 dan setengah juz 2, plus surat2 yang dulu pernah hafal (Ar-Rahman, Al-Muzammil, Al-Mulk)
3. Tarawih tiap hari
4. Shodaqoh tiap hari
5. Sholat jamaah 5x sehari (HARUS bisa)
6. Amalan2 yang uda rutin dijaga
7. Tilawah seenggaknya bisa Bayyati dan Hijaz
8. Selesaiin proyek2 rajutan yang tertunda
9. Tuntasin pengumpulan skripsi (tinggal jilid dan minta ttd susah amat .__.)
10. Nggak nonton2, facebook, twitter, internet maks 2 jam kecuali nugas
11. LULUS IKK (Amiiinn)
12. Jaga hati, mata, tangan, kaki, mulut dari maksiat
Bisa nggak ya :)
Tags
islam
Monday, July 8, 2013
three words
Define yourself in three words.
passionate
stubborn
OCD (c for crochet)
heck three words aint enough .__.
Musabaqah Tilawatil Qur'an
"Sebaik-baik dari kalian adalah yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya"
Al-Qur'an mungkin adalah hal yang paling membuatku percaya bahwa Allah itu benar ada. Siapa lagi yang bisa membuat serangkaian kata sebegitu indah, komprehensif, sarat makna, timeless? Yang menjaganya hingga tidak ada satu harakat pun yang berubah sejak seribu tahun lebih? Bahkan seluruh manusia dan jin bekerja sama, tidak akan bisa membuat yang semisal Al-Qur'an. Sebegitu spesialnya Al-Qur'an, membacanya pun dinilai pahala, satu huruf setara 10 kebaikan. Satu huruf lo ya, bukan satu kata. Alif Laam Miim itu tiga huruf, Bismilaahirrahmaanirrahiim itu dua puluh huruf. Luar biasa bukan?
Aku suka baca Al-Qur'an, mungkin karena kata ummi dulu aku lebih dulu diajari baca huruf hijaiyah daripada abecede. Yang jelas karena aku (syukur alhamdulillah) sekolah di sekolah Islam dari SD-SMA, aku selalu dimudahkan akses untuk belajar ilmu Al-Qur'an. Karena itu aku mencoba-coba ikutan lomba Fahmil Qur'an di UI, sebagai seleksi untuk pemilihan anggota kontingen UI yang akan diikutkan pada MTQ Mahasiswa Nasional. Dan syukur alhamdulillah lagi, aku lolos seleksinya sehingga dapet kesempatan ikut ajang nasional yang cukup bergengsi ini.
Yang menyenangkan lagi, sebelum berangkat aku dikasih pembekalan, jadi nambah deh ilmunya. Fahmil Qur'an ni bener2 cabang yang menguji pengetahuan banget. Kami (aku, Kak Yasir dan Aldi) diharapkan hapal sejembrengan ayat-ayat, tahu istilah2 dari ilmu hadits, lancar bahasa Arab dan bahasa Inggris, cepet berhitung itungan2 Fiqih, sampe bisa mengenali dan melagukan berbagai nagham tilawah Al-Qur'an yang sulit mbedainnya. hehe, banyak kan. Apalagi MTQ lalu UI Fahmil nya juara 2 nasional. Jadi pressure yang kami rasakan cukup besar, at least kami ga boleh turun dong prestasinya. Jadi kami menggiatkan belajar, walau terasa susah sekali nyamain jadwal. Apalagi kampus Depok tempat latihan cukup jauh dari kampus FK di Salemba. Tapi ya demi ilmu Al-Qur'an yang insya Allah manfaat dunia akhirat, masa sih 16 rb doang buat ongkos KRL Cikini-Depok-Cikini ga mau disisihkan? ;)
Sampai akhirnya tibalah waktu kami berangkat ke Padang untuk berlomba di MTQ yang sesungguhnya. JSYK, buatku untuk dapat izin pergi ni susah banget lo. Buat Aldi yang 2012 dan temen2 dari fakultas lain sih ga masalah karena uda pada libur. Tapi FKUI 2010 masi kuliah modul Kedokteran Komunitas, dan ketua modulnya strict banget. Tapi lagi ya alhamdulillah Allah kan selalu memudahkan hambaNya yang berprasangka baik padaNya :)
Anyway, ini pertama kalinya aku ke Sumatra. Excited banget pas mendarat di Bandara Minangkabau, yang atapnya bergaya khas Minang, yang lancip-lancip itu. Nih potonye.
Kesan yang langsung didapat di Padang adalah: PANAS. Letaknya deket laut sih. Untungnya pemandangannya indah, dengan gunung-gunung Bukit Barisan yang literally berbaris di kejauhan. Trus alhamdulillah lagi kami disiapkan akomodasi di hotel yang oke, Hotel Padang namanya (Hotel Padang bangeet wkwk) dan disediakan juga mobil dan supir yang siap mengantar kami ke manapun selama di Padang. Lomba MTQnya sendiri diadakan di UNP dan Unand, yang cukup jauh dari hotel.
Hari Ahad malam, ada acara pembukaan MTQ MN XIII yang seru banget! Seru karena aku baru pertama kali ni ikut acara yang nasionalnya kerasa, ada sekitar 1400 peserta dari Univ-Univ dari Sabang sampai - Merauke. Beragam banget bahasa yang terdengar dan wajah-wajah yang terlihat. Dan uniknya, aku menemukan Fincut dan Uut, sobat jaman SMA yang dulu nulis karya ilmiah bareng. Mereka ikut cabang Karya Ilmiah sebagai perwakilan ITB. curang kaaan aku ga diikutin padahal dulu seperjuangan nulis karya ilmiahnya wkwk. Trus ketemu juga dengan Lidyana, sahabat jaman MTs yang dulu akraaab banget. Doi ikut Karya Ilmiah juga, mewakili Unair. Ada juga Avrita, temen MTs juga, yang ikut Fahmil juga (wihihi) mewakili Unesa. Kami pun poto-poto sembari mendengarkan sambutan-sambutan dari para petinggi MTQ.
| kafilah UI, kuning-kuning :D |
![]() |
| ketemu temen2 |
Lombanya sendiri, ada banyak cabang.
1. Tilawah - terang aja ya, namanya juga Musabaqah Tilawatil Qur'an
2. Hifdzil - hafalan 1 juz, 2 juz, dan 5 juz. Jatuhnya sih lomba enak-enakan baca Al-Qur'an juga hehe
3. Fahmil - cerdas cermat kandungan Al-Qur'an, ini yang tak ikutin
4. Syarhil - pidato kandungan Al-Qur'an berkelompok 3 orang; 1 pidato, 1 tilawah, 1 sari tilawah. Lucu dan unyu loo penampilannya
5. Debat bahasa Arab - seru meskipun ga ngerti wkwk. yang mewakili UI kali ini 2 cowok lulusan Gontor (u dont say :D)
6. Debat bahasa Inggris - mungkin cabang paling gahul di MTQ. Pas nunggu aja diputerinnya lagu Shine bright like a diamond, padahal di cabang lain diputerinnya murottal wkwk
7. Karya tulis ilmiah Al-Qur'an - yaa biasalah yaa haha *gatertarik*
8. Kaligrafi - bagus-bagus banget kaligrafinya @.@
9. Qiroat sab'ah - semacam tilawah juga, tapi lebih advance soalnya lagunya pake 7 imam
10. Tartil - Baca Qur'an tapi ga tilawah, tapi enak juga haha.
Fahmil kebagian di hari Senin buat babak penyisihan. Kami dapet lawan IPB, Untirta, sama satu lagi lupa darimana. Pesertanya emang ga boleh nyebutin asal univ sih, untuk menghindari bias penilaian dari dewan juri. Kami menang tipis dari IPB, rasanya deg-degan banget takut ga lolos hehe. Alhamdulillah sih bisa melenggang ke semifinal. Tapi aku uda down duluan karena liat kami mesti berhadapan dengan UGM di semifinal. Kami sebelumnya liat penampilan UGM, keren banget. Hampir semua soal dibabat habis, terlepas dari soalnya emang relatif gampang dan lawan UGM pas penyisihan itu ga terlalu jago.
Maka kami persiapin bener buat semifinal hari Rabu. Kami bertiga belajar mpe malem di hotel sama Ustadz, dibantuin yang lain juga. Hari itu semifinal berlangsung sangat sengit, atara UI, UGM, Unand, dan Unesa (yang ada Avrita temen MTs ku nya). Soal-soalnya sebenernya gampang dan uda sering keluar di MTQ-MTQ sebelumnya, tapi kami kalah cepet mencet belnya. Kalo kata Kak Yasir (juru bicara kami) dia terpengaruh aku yang panikan begitu nilai kami tersalip UGM .__. Akhirnya kami pun harus ngalah di semifinal dengan skor yang cukup jauh dari UGM. Shock dan kecewa sih udah pasti. Tapi begitu liat finalnya esok harinya (UGM, USU, UPI Bandung, Unsyiah Kuala) i immediately knew that we don't stand a chance. si USU ganas banget mencet bel nya, bahkan soal baru dibaca beberapa kata, dia langsung pencet bel dan jawabannya pasti bener. Entah jago entah apal soal. Tapi emang soal tiap tahun banyak yang diulang sih, mungkin mereka emang ngapalin soalnya jago banget. USU menang dengan skor telak, selisih 800 poin dari UPI Bandung di tempat kedua. Sementara UGM yang ngalahin kami dapet juara 4. Malu banget ga sii kalah sama juara 4 ;( Tapi ya disyukuri saja, karena aku juga lumayan dapet kenalan. Si juru bicara UGM, Mudrika namanya. Dia ini jago lo, hapalannya banyak, trus bisa ngelaguin ayat-ayat juga. Mantap lah.
| belajar malam |
| berpikir keras |
| panicky faces .__. |
Karena uda kalah, kami anak Fahmil pun ganti fokus yaitu ngebantuin yang lain. Alhamdulillah debat Arab sama debat Inggris berhasil maju ke final. Akhirnya UI pun pulang dengan gelar juara harapan 1 di kedua cabang tersebut. Lumayan lah haha. Malu juga sih, yang Al-Qur'an2 gada yang masuk final, malah debat yang berhasil.
| juri Debat Arab Pak Said Aqil Munawwar loh, mantan Menag :D |
Selain itu, di sisa waktu tersebut aku nyempetin ke Unand (kebanyakan lomba di UNP, cuma tilawah, qiroat sab'ah, hifdzil, dan kaligrafi yang di Unand). Kampusnya aneh menurutku, karena udaranya panaasss tapi airnya dingin sedingin di Malang, karena emang letaknya di gunung. Trus kenapa panas ya? gatau deh hhe. Trus di sana aku nonton final Hifdzil, subhanallah dah emang surgawi banget bacaannya para finalis. Aku ngerekam satu orang yang aku yakin banget juara. Bacaannya mantap, hafalannya juga gada yang salah. Mau deh diimamin *ups *salahfokus
Pas malam penutupan, aku juga seneng (meskipun g menang hiks) karena ketemu dengan Doni, adik kelas d IC yang kuliah di FK Unand. Dia ini orang Minang asli, ngomongnya Minang banget. Trus kita2 anak IC (aku, Fincut, Uut, Doni) foto2 sampe puas haha.
Juara umum MTQ MN kali ini adalah, tebak siapa. Universitas Negeri Malang alias UM! UM bangeeet?? pikirku juga rada2 ga percaya. Tapi mereka emang merajai hampir di semua bidang. Tilawah OK, debat OK, karya tulis OK, semuanya OK. Ya selamat deh UM hehe. Memang sih juara umum di setiap MTQ sering tidak terprediksi. Semua tergantung SDM yang tersedia di kampus itu pd tahun itu, banyak anak pesantrennya ga? :p
In the end, meskipun ga jadi bawa piala, aku tetep seneng banget karena dapat banyak ilmu, temen, dan pengalaman. Tiap hari denger orang ngaji bacaannya subhanallah, secara qori-qoriah nasional gitu loh. Trus juga meskipun banyak sekali yang kukorbankan demi MTQ ini (remed OSCE, ga lolos IMSPQ, kuliah IKK) tapi pengalaman yang didapat sangat worth it. Kapan lagi coba bisa jalan2 ke Padang dan dapet ilmu Al-Qur'an dan temen2 yang sesama Qur'an Lovers? :D (btw Qur'an Lovers ini nama gaul kafilah UI, tercetak di jaket dan baju kafilah) :)
post tentang jalan2 di Padang mungkin akan dipost tersendiri, insya Allah ;)
Tags
islam,
senangsenang,
travel
Sunday, July 7, 2013
tolong
Bisakah aku minta tolong, sebagai teman?
Lewat barisan sajak yang belum sempat kusampaikan
Tolong jangan terlalu memuji
Aku perempuan, aku lemah puja-puji dan kata-kata gombal
Walau ku tahu kalian laki-laki sangat mengandalkan jurus maut kata-kata
Bolehkah aku minta tolong, sebagai sahabat?
Lewat senyap nyanyian yang belum sempat kusenandungkan
Tolong jangan menatapku seperti itu
Aku perempuan, aku bisa saja salah mengartikan sorot matamu
Meski ku tahu kalian laki-laki tidak mudah mengontrol bahasa sorot mata
Perkenankan aku minta tolong, sebagai perempuan
Lewat sepinya hati yang belum sempat dipertemukan
Tolong jangan jatuh cinta padaku
Aku perempuan, aku makhluk perasaan
Karena ku tahu kalian laki-laki makhluk logika berharga diri tinggi
aku tidak ingin ada yang sakit dan rusak pada akhirnya
Tolong.
Lewat barisan sajak yang belum sempat kusampaikan
Tolong jangan terlalu memuji
Aku perempuan, aku lemah puja-puji dan kata-kata gombal
Walau ku tahu kalian laki-laki sangat mengandalkan jurus maut kata-kata
Bolehkah aku minta tolong, sebagai sahabat?
Lewat senyap nyanyian yang belum sempat kusenandungkan
Tolong jangan menatapku seperti itu
Aku perempuan, aku bisa saja salah mengartikan sorot matamu
Meski ku tahu kalian laki-laki tidak mudah mengontrol bahasa sorot mata
Perkenankan aku minta tolong, sebagai perempuan
Lewat sepinya hati yang belum sempat dipertemukan
Tolong jangan jatuh cinta padaku
Aku perempuan, aku makhluk perasaan
Karena ku tahu kalian laki-laki makhluk logika berharga diri tinggi
aku tidak ingin ada yang sakit dan rusak pada akhirnya
Tolong.
Tags
thoughts
Wednesday, June 5, 2013
Sakit -sebuah curahan hati-
Di minggu yang mestinya bahagia ini, aku malah terduduk lemas. Mestinya bahagia, karena abi dan ummi datang hari rabu untuk acara kelulusan SMA (MAN, to be exact) adek Tasya. Dan aku sudah sangat bersemangat menyambut mereka sejak pagi di stasiun Gambir. Biar capek dikit jalan geret2 koper, yang penting nanti bisa kumpul sekeluarga.
Tapi apa lacur, sudah kukerjakan Progress Test hari itu secepat mungkin agar bisa segera nyusul abi, ummi, dan adek ke IC Serpong, sampai sana aku malah mendadak dangdut. Bukan deng, mendadak demam. Pas wudhu dhuhur, kok rasanya badan panas dari dalam. Tapi ya karena solat dibawa enjoy aja. Eh pas uda balik ke venue wisudaan (GSG) kok ya demamnya makin tinggi. Dan keadaan terus memburuk sepanjang hari itu, sampai pada keadaan gabisa ngapa-ngapain cuma naro kepala doang di meja. Bahkan ketika sorenya diajak makan pasca wisuda ke Living World Alam Sutra, untuk jalan ke musholla mau maghriban pun gakuat. Jadilah solat kelesotan di lantai Dapoer Penyet, dengan sajadah dua lembar kresek *mukamelas*. Bahkan malemnya makin parah, demamnya ga sembuh eh plusplus diare +++.
Melihat keadaanku yang sungguh menyedihkan dan tidak membaik esoknya, malah memburuk, rupanya ummi dan abi ga tega. Mestinya mereka dan adek pulang ke Malang Kamis sore itu, dengan Gajayana. Tapi karena akunya uda kaya zombie, ummi terpaksa menjual tiketnya dan tinggal untuk nyusterin aku. Oh ummi, apalah diriku ini tanpamu :")
Perlu diingat bahwa Jumat adalah jadwal ujian Sumatif 1 Modul Hematologi-Onkologi, dan sebelum ujian juga ada diskusi kelompok. Karena tidak memungkinkan, terpaksa aku ijin. Ini pertama kali aku ijin diskusi kelompok selama 3 taun jadi mahasiswa FKUI, ijin ujian pula. Sialnya hari itu adalah diskusi kelompok terakhir di FKUI, karena setelah ini kami FKUI 2010 akan masuk klinik dan gada lagi yang namanya diskusi kelompok. huhu, guess i missed the foto-foto session ;(
Intinya sejak Rabu malam - Jumat itu aku diare ga sembuh-sembuh. Karena uda belajar (ciee) aku mendiagnosis diriku ini diare karena infeksi bakteri (gatau darimana ya, perasaan makanku bersih-bersih aja). Dokter yang meriksa aku pas hari Kamis pun setuju, dan aku dikasi antibiotik Cefadroxil. Yang tidak aku tau, Cefadroxil ini dosisnya 2 kali sehari, dan tidak ada indikasinya buat diare. Entah apa yang dipikirkan dokter itu pas meriksa aku. Akunya juga bego sih, ga cek dulu dosis dan indikasi obatnya padahal uda belajar -__-. Kuminum itu Cefadroxil 3 kali sehari, kok diarenya bukannya sembuh malah makin parah, jadi berdarah dan perutku aduhai sungguh mules tiada tara. Sebelumnya nggak padahal. Dan setelah kucek-cek, ternyata Cefadroxil memiliki efek samping: mulas dan diare berdarah. Apa-apaan ini, sudah ga ada indikasi diare, malah bikin efek samping diare berdarah. Akhirnya bermodalkan slide kuliah modul gastrointestinal, aku kembali mendiagnosis ulang diriku sendiri. Demam ++, muntah -, diare berdarah +++, mulas +++ adalah ciri-ciri infeksi Shigella, dan obatnya bisa pake Amoxicillin. Yaudah aku ganti amoxicillin.
Dan aku bersyukur banget ada ummi yang tinggal di situ. Aku dibikinin bubur. Ga kebayang kalo gada ummi, ga bakalan deh aku makan. Wong bubur uda siap tinggal disuapin aja aku masih gamau makan, apalagi kalo kudu nyari makan sendiri :"") Pokoknya ada ummi jadi keurus banget, makan disuapin, kamar dibersihin, kaki dikaoskakiin, perut diminyakkayuputihin, diselimutin, dipijitin, didoain, dibangunin solat. Hiks, ummi lah ibu terbaik sedunia.
Alhamdulillah entah karena cefadroxilnya berhenti atau bakterinya uda keluar semua atau perawatan nomor satu ummi, pada hari Sabtu aku uda nafsu makan lagi. Dipesenin pizza hut trus makan berdua sama ummi ya walopun setelahnya mules-mules lagi hahaha. Dan pada hari Ahad aku uda bisa solat sambil berdiri, uda mau diajak ummi ke Istiqlal juga, ikut pengajian, walopun dengan langkah tertatih dan muka mbah-mbah wkwk. Karena surat dokter cuma sampe 2 Mei, aku Senin juga uda musti masuk kuliah lagi. Ummi pun pulang Ahad sorenya, kembali menemui tanggung jawabnya yang lebih banyak di Malang.
![]() |
| pizzahutdelivery |
Senin sebenernya aku periksa lagi k dokter kampus, trus katanya malah amoxicillin juga bukan buat saluran cerna #malu #namanyajugadiagnosissendiri. Jadinya aku dikasi antibiotik baru, kotrimoxazol. Wuidih uda banyak kali antibiotik yang masuk badanku, semoga aja bakteri-bakteri di badanku ga jadi resisten semua ya :") #serem
Alhamdulillah berkat doa banyak orang dan kasih sayang Allah, keadaanku makin membaik. Sekarang uda ga diare lagi, tinggal mules-mules aja. Belum bisa puasa lagi, tapi insya Allah soon. Doakan ya ;)
Yang jadi pelajaran kali ini adalah,
1. Betapa sakit itu sangat ga enak. Bikin gabisa ikut ujian dan foto-foto diskusi terakhir. Gabisa menikmati makanan enak Living World, gabisa menikmati momen wisuda adek yang mestinya sangat menyenangkan. Jaga kesehatan, ya!
2. Manusia cuma bisa berencana, tapi Allah lah bosnya. Boleh aja aku seneng-seneng mau jalan sama keluarga pasca wisudaan, rencana ini-itu. Tapi dengan satu pukulan diare, semua batal. Tapi gantinya? Ummi tinggal menemaniku 5 hari, dan itu sangat lebih dari cukup. Aku uda pingin pulang sejak awal Mei lalu, dan ga jadi-jadi. Eh sama Allah malah umminya yang dikirim nemenin aku. "Dan Allah Mengetahu, sedangkan kamu tidak mengetahui" :)
![]() |
| muka pucet, ini hari kamis |
Tags
cerita
Subscribe to:
Posts (Atom)


