Showing posts with label cerita. Show all posts
Showing posts with label cerita. Show all posts

Thursday, March 10, 2016

A whole new year

Shoo ~ #niupin debu yang menyelimuti blog ini
dan tidak terasa sudah 2016 aja, (bahkan sudah bulan ketiga). As always, I'm trying to look back on the past year, and maybe jot down some things I want to accomplish in the upcoming year.

I haven't updated this blog for months, so be ready for some surprises!

2015 has been the best year ever!
- I graduated as a doctor
- I earned money in the amount of "never before" (4 freelance jobs at a time, yes I did it ;)
- I did two backpacking trips: South-East Asia and Japan
- I visited Hogwarts >,<
- I experienced the beauty of autumn color
- I won third place of National Musabaqah Fahmil Quran
- I befriended awesome folks of Kafilah MTQMN UI 2015
- I met the love of my life
- I planned my dream wedding - it was a poolside party!

Sooo many great things happened to me in 2015. And I even started 2016 with an ultimate happiness: GET MARRIED in the setting of MY DREAM WEDDING.

Whaaaaatttt? You wonder why it happened so suddenly?
Bahkan gw sendiri sekarang masih agak2 ga percaya gw dah nikah. Cerita gw kemarin mulussss bgt. We met, we decided we like each other, we get married. All only took 2 months. And I wonder why people need years to prepare a wedding :"D (ga berniat sombong, cuma merasa takjub dengan semua kemudahan ini :")

a. Graduated as a Doctor
All those 5 years worth of blood and sweat and tears and money, all paid off on October 24th when I took my Hippocratic Oath as a doctor! 5 tahun di FK memang kalo dijalani terasa capek banget, tapi pas uda selesai juga baru sadar, ternyata kuliah di FKUI enjoyable dan seru! Awalnya deg-degan apakah bisa lulus ujian, mengingat OSCE parah banget aku salah diagnosis di tiga station. Tapi ternyata aku lulus :") Sekarang aku ganti nama, jadi ada dua huruf kecil di depan. Orang-orang juga panggilnya uda "dak-dok-dak-dok" :") Now I am working as a Head of Diagnostic Support Unit in a fancy hospital in Malang. I enjoy my job, but I miss doctoring. Kerjaanku sekarang lebih ke manajerial, jadi nda ketemu pasien. Masalahnya sebelum bisa berpraktek dengan legal sebagai dokter, ku harus internsip dulu. Masalahnya lagi, kerjaanku sekarang mengikat kontrak satu tahun. Ditambah uda punya suami. Jadi bingung dan galau deh kapan mau lanjut internship. Yaaah doain aja ntar diatur sama Allah deh :")

dr. Muthia ;)
b. Earned money like never before
Di waktu senggang, kusempat magang dengan beberapa konsulen RSCM. My first magang job was with dr. Heni SpBP. And then with dr. Mirda, a pharmacology resident. Keduanya kerjaannya santai banget, cuma ngeliatin rekam medis di RM RSCM dan ngelengkapin excel. Gajinya lumayan pula. Uang yang kudapat dari kedua magang ini tak pake bekpekeran keliling Thailand-Vietnam-Cambodia-Singapore-Malaysia. Trus setelah UKDI, aku ada waktu senggang dua bulan. Langsung deh ngambi magang sama 3 orang sekaligus. dr. Hudoyo SpP, kerjaannya waktu itu bikin informed consent doang, tapi gajinya masya Allah :"D. Yang kedua sama dr. Barry SpA, kerjaannya fun banget, main sama anak SD yang gendut2. Gajinya juga gede dan sering ditraktir makan :p. Yang ketiga, bantuin bikin antologi 3 tahun perjalanan kepengurusan IDI. Kerjaannya sebenernya seru banget bisa ketemu banyak orang penting, mulai komisariat polisi sampe anggota DPR, tapi sayangnya gajinya belom turun sampe sekarang :"D (*update, akhirnya cair di bulan Feb 2016). Tapi dari ketiga kerjaan itu, plus tabungan dikit2 yang lupa darimana sumbernya, kekumpul uang yang cukup buat jalan-jalan ke JEPANG! Nah, for those who wonder kenapa gw jalan2 molo, jawabannya ya karena gw juga kerja cuy. Bedanya kalo orang dapat gaji buat makan2 cantik, belanja-belanji, gw buat bekpekeran. Semua cuma masalah prioritas :)

c. Jalan-jalan keliling Jepang
Japan has been my dream destination since I found out they have Harry Potter theme-park in USJ. Sejak jualan tiket, aku berhasil ngumpulin deposit yang cukup buat beli tiket PP AirAsia ke Jepang. Aku sengaja beli akhir Oktober karena ngejar autumn, karena puingin buanget ngerasain berada di tengah pohon merah-merah. Dan alhamdulillah kesampaian! Waktu beli tiket aku belum punya temen jalan, niatnya sendiri aja sekalian nyoba solo traveling. Eh syukurlah ada mbaknya seorang sahabat yang tertarik ikutan, jadi kita dua ciwi-ciwi backpackeran ke Kansai. 5 hari di Jepang, kita cuma di area Kansai aja, tapi rasanya uda cukup banget. Kita ke USJ (tujuan utama: Harry potter!), Aquarium Osaka liat hiu paus, makan takoyaki super enak, sepedaan blusukan kuil-kuil di Kyoto, sampai ngerasain piknik makan sushi di tengah taman yang indah banget sambil dibelai angin musim gugur di Nara. Sejauh ini, backpacking ke Jepang lah yang paling asik

Osaka Aquarium, they have whale sharks and rays!

bright autumn day in Kyoto :D

d. HOGWARTS!
<3 nbsp="" p=""> As a Pottergeek, Hogwarts uda hampir sama kaya Mekkah alias wajib disambangi. Hogwarts (atau sesuai istilah ummi "pondok pesantren ilmu sihir") ternyata ada di dunia nyata. Bahkan ada beberapa cabang lho! Yang paling canggih dan keren sih pastinya ada di London, sebagai bagian dari Harry Potter Studio Tour. Tapi berhubung ke UK mihil bingits, kucarilah opsi lebih murah yaitu di Universal Studios Japan (USJ) di Osaka, Jepang. Di sini, Hogwarts adalah bagian dari salah satu wahana USJ yaitu "Wizarding World of Harry Potter". Layaknya theme park di anime-anime, di USJ kami disuguhi pemandangan unik khas Jepang: cosplayers! Di Jepang cosplay itu niat banget dan gada matinya. Makeupnya totalitas sampe darah-darah, kostumnya juga bagus banget. Padahal di kereta dalam perjalanan ke USJ penuh dengan om-om berjas lengkap, begitu pindah kereta jurusan USJ berasa beda dunia; ada pisang, ikan paus, zombie, murid Hogwarts, dll. Tapi yang jadi highlight adalah Harry Potter ride di dalam gedung Hogwartsnya. AMAZING dan AWESOME dan FABULOUS :D XD ^^ even better, I'm going there again this May, with none other than a fellow Pottergeek who happens to be my sister :D (Insya Allah) hihihihi
Hoggy Warty Hogwarts

Hogsmeade <3 td="">

<3 nbsp="" p="">e. Autumn Color
<3 nbsp="" p="">Awalnya sempet agak nyesel pergi di akhir Oktober, karena autumn belum puncaknya, jadi takut kurang maksimal menikmati momiji merah-merah. Tapi toh pas dah di Jepang, momiji merah sudah bermunculan di sana-sini, walau mungkin ga semeriah musim puncaknya which is Late November. The bright side, there was less crowd. Ini menguntungkan banget karena Kyoto dan Osaka adalah destinasi unggulan buat orang Jepang sendiri dalam menikmati musim gugur. Nah karena belum puncaknya, jadi bisa lebih santai. Bawaannya tiap ketemu pohon merah pingin fotoo aja deh. Tapi emang foto kurang mewakili sih, secara berada langsung on the spot beda banget sensasinya. Highlight tempat yang dikunjungi kemarin adalah Bukit Wakakusa di Nara. Kita nemunya spot ini ngga sengaja, lagi muter2 Nara aja gitu, taunya ada bukit yang cantik banget. Apalagi pas itu sore2 dan anginnya sepoi2, menambah kesyahduan musim gugur :") Jadilah kita nongkrong lamaa sambil makan sushi dan menikmati angin yang dingin (orang tropis gabisa boong) hahahahah
<3 nbsp="" p="">
cycling along the Kamogawa in Kyoto

Wakakusa-yama, Nara, in autumn color. 
f. Fahmil Quran, 3rd place
Aku kenal MTQ-MN sejak 2010. Berhasil lolos dan ikut tingkat nasional taun 2013, dan kalah dari UGM pas semifinal. Alhamdulillah di taun terakhir sebagai mahasiswa, masih dikasi kesempatan ikutan, dan guess what? 3rd place! Nasional! Waktu itu sih kecewa banget, karena jujur aja pas babak final tu bahkan sampai titik pertanyaan terakhir, UI masih berkesempatan juara satu (saat itu posisi kedua, kalau jawab benar, juara satu. Kalau salah atau ga jawab, juara tiga). Apa daya si peringkat ketiga mengalahkan kita dalam memencet bel dan sialnya dia benar. Jadilah kita harus puas dengan juara 3. Duh, waktu itu masih inget banget sedihnya dan kecewanya, ampe nangis :"D Ya gimana, wong kita sudah sedekat itu dengan kemenangan tapi harus mengalah gara2 kalah cepet pencet bel doang hiks hiks. Tapi above all, aku berhasil mencapai suatu prestasi yang ga pernah tercapai sebelumya, yaitu QIROAH MUJAWWAD dengan lagu Rost. Hihihi, masih inget banget juga sensasi deg-degan sebelum bacain ayatnya, dan nekat langsung ambil nada tinggi. Untungnya bener :"D Bagiku yang sama sekali gada basic qiroah dan modal suara yang pas-pasan, berhasil membacakan satu ayat di ajang nasional seperti ini membanggakan banget lo :"D

g. Awesome folks of MTQMN
Hikmah lain dari ikutan MTQMN adalah aku bisa kenalan sama sekumpulan orang soleh-solehah pemakmur Quran, mulai dari hafidz sampai qori sampai orator sampai desainer aplikasi. Honorable mention: Faris dan Zed, dua rekan Fahmil Quran yang super keren. Muthia hanyalah butiran debu kalau dibandingkan sama dua ikhwan kita ini :") Kalau ngga sama mereka mungkin Fahmil ga akan sampe final juga ya, hehehe. Aku akan selalu ingat masa2 kita belajar bareng tebak2an ayat di Perpus MUI sampai malam, ditemani Ust Yassed, Qoriah Viona, dek Regar, dll yang semuanya sangat berperan dalam menyukseskan MTQ. Dan betul banget pepatah yang mengatakan, bertemanlah dengan penjual parfum, kau akan kecipratan wanginya. Berteman dengan orang2 soleh cem geng MTQ ini narik berkah banget lho, kita ditraktir makan mewah di Mang Engking, ditraktir jalan2 ke Anyer, bahkan ditraktir Day Trip ke Taman Safari dan makan2 mewah lagi di Cimory. Mantap banget kan? :D

h. The love of my life
I think he deserves a special post ;)

i. Getting married
And so does this part.

Let's hope I find motivation to write about it ASAP.

Here's a spoiler:
Bukan, bukan mas-mas tetangga :"D




Thursday, October 23, 2014

Brussels, Belgium #2


Hari kedua di Eropa! Semangat banget doong buat liat-liat secara kemarinnya belom sempet ngapa2in selain foto2 geje di kanal Amsterdam dan kedinginan di Brussel-Noord nunggu dijemput Galis. Akhirnya, jalan-jalan resmi dimulai!

Namanya orang Indonesia, bahkan di Eropa pun budaya ngaret masih dibawa-bawa. Niatnya kami mau mulai jalan pagi-pagi jam 9an. Masalahnya Dina temen travelku yang satu ini super rempong jadi nungguin doi dandan dulu. Tapi gapapa laah, dah jauh2 ini ke Belgia masa jalan2 ga in style, ye ga? ;) Jadi sekitar jam 11 kami (aku, Dina, Galis, dan Bi Eni) cus ninggalin apartemen. Dina sengaja minjem coat item punya Galis biar lebih gaya, sementara aku pake coat merah andalan (modal pinjem juga deng wkwk).Sebenernya di Brussel waktu itu dah masuk late spring, jadi cuacanya ga adem2 banget. Tapi dasar orang tropis, norak deh di Eropa maunya make coat yang keren haha buat gaya2 doang. kapan lagi kaan, emang bisa di Jakarta pake coat, yang ada malah amok. Pada akhirnya ga nyesel kok, karena emang masih sejuk2 gitu jadi ga salah kostum amat. Eh malah ngomongin kostum. Yaudah, the adventure begins!

Keluar apartemen, disambut angin Eropa yang kering. Kami jalan ampe stasiun Metro terdekat, yaitu Schuman. Perjalanan ke sana sendiri juga seru, karena lewat semacam square (kalo di bahasa Indonesia jadi "lapangan" kali ya). Katanya Bi eni sih, lapangan ini jadi pasar kaget kalo hari-hari tertentu. Herannya pas itu lapangannya bersih, ga nyangka deh kalo sebenernya merupakan pasar. Sampe stasiun metro, ini pertama kalinya naik metro ya, maapin norak :p. Stasiunnya underground, jadi turun eskalator dulu.

Ayo keliling kota!

Beli tiket (€6,5 buat seharian) trus bebas deh mau naik metro ke mana aja di Brussel selama 24 jam. Sejujurnya aku waktu itu ga merhatiin turun di mana-mana aja, soalnya kan kita bawa tour guide jadi lupa deh :'D tapi inget ada satu stasiun transit namanya "De Brouckere" di mana kita poto2 sambil nunggu metro nya dateng (ketauan lho berapa menit lagi datengnya, dan akurat ga kaya busway hahah). Trus turun di suatu stasiun yang lupa namanya, kita mulai jalan2 keliling pusat kota Brussel. Yang enak dari Brussel adalah, hampir semua atraksi sightseeingnya terletak di satu area, jadi kita bisa keliling2 ngeliat semuanya on foot. Tujuan utama adalah Brussel Centrum, di mana terdapat salah satu tujuan klasik para turis yaitu Grand Place. Secara bahasa Indonesia, bisa diartikan "Lapangan besar" atau "alun-alun" kali ya. Memang lapangan ini merupakan pusat kota Brussel, dan di sekitarnya terdapat gedung-gedung tua cantik nan "Eropa banget". Yang paling menarik mata mungkin adalah "Maison du Roi" yang memang terlihat paling mencolok di antara bangunan2 lain di sekitarnya. Kata Bi Eni, arsitek bangunan ini bunuh diri karena merasa ga sempurna dalam membangun. Bi Eni nunjuk Maison du Roi dan menyadarkanku akan ketidaksimetrisannya. Hmm, tapi walaupun penceng tetep cantik koook!
semacam Geng Motor Brussel di Grand Place. Asikin aja :D notice the asymmetry of the building?

Maison du Roi, atau "Rumah Raja" kalo diIndonesiain


motoin Dina miss fotomodel :D

Fleur de la Bruxelle

mighty gargoyle slayers at the maison du roi

Brussel's City Town Hall. C'est magnifique!
bunga dan bunga-bunga (apaseeeeh wkwk)

Puas foto2 di sekitar centrum yang banyak banget spot2 cantik, kita cari makan siang. Galis dengan semangat ngajak makan Frites, yang adalah kebanggaan kaum Belgia. Tau French Fries kan? Kentang goreng itu? Yap, one thing you should remember, NEVER say French Fries in Belgium, because the proud inventor of the infamous fries is, indeed, the Belgians. Here they call them "Frites". And just as like you'll never taste any better soto Lamongan than in Lamongan, there's no better way to eat Frites than sitting at a cafe in Brussel roadside, watching passers by and chatting all afternoon. Now I feel like European! :D

frites! YUM! btw itu yang namanya Galis, sepupu jauhku :)
Makan kali ini bayarnya €20 buat ber4, disponsori oleh Bi Eni (Merci beaucoup, tante!) Habis makan, galupa foto2 lagi karena di sekitar kafenya juga bagus buat gaya-gayaan B)

wanna join me around Bxl? ;)
Dari kafe itu kita rencananya mau ke Maneken Pis. Tau kan, patung anak kecil yang pipis sambil megang tititnya itu... Ternyata itu khas Belgia lho. Jadi ya ga boleh dilewatkan deeh. Dari daerah situ bisa jalan aja ke sana. Galis udah wanti-wanti jangan kecewa, karena Maneken Pisnya mungkin ga sesuai bayangan alias kecil banget. Dan bener aja, sampe tempat sananya, itu si Maneken Pis kecil banget, paling cuma seukuran bayi beneran. Dia menjulang di balik pagar, lagi pipis di atas batu, dikelilingi serombongan turis-turis yang ramenya ngalahin KRL Jakarta-Bogor di Jumat sore. No hope sih kalo mau foto2. Jadinya ya gada fotonya deh :") although aku dapet foto sama versi lebih gedenya Maneken Pis di depan sebuah toko wafel deket situ.
Si Maneken pipis sambil makan wafel.. jorok ya.. samping tempat sampah lagi..

Kemudian kami lanjut jalan-jalan di sekitar situ, ngeliat beberapa spot menarik: Everard't Serclaes Monument, museum Tintin, Galeries Royale St. Hubert, dan Cathedrale of St. Michael & St. Gudula. namanya susye2 ye :'D

Monument Everard't Serclaes sebenernya adalah patung di pojokan Grand Place, berupa seorang wanita sedang tiduran. Gosipnya sii kalo ngelus ni patung bakal balik lagi ke Brussel suatu hari nanti. :)

Dina ngelus patung, semoga balik lagi ke Brussel. aamiin Ya Allah!
Museum Tintin (di Brussel dibacanya Tangtang, thanks french) isinya semua tentang Tintin! Keren, ada komik2 dan berbagai merchandisenya. Aku baru tau sih kalo Tintin asalnya dari Belgia :p
Tangtang dan Snowy :'D
Mengenai Galeries Royale St. Hubert, atau bahasa Belandanya Koninklijke SintHubertus Galerijen (whateva) adalah salah satu mall tertua di dunia. Bagus banget nih, jadi bayangin sebuah shopping arcade terdiri dari dua facade yang saling berhadapan, dengan desain yang jadul2 keren tentunya. Shoppers (atau windowshoppers) bisa belanja melalui jalanan sempit yang atapnya semacam atap Hogwarts, alias bisa ngeliat langsung ke langit di atasnya. Cakep deh, panel2 kaca gitu. Cuacanya juga lagi cerah banget jadi keliatan cantik :)

Oldest shopping arcade in the world ;)

Pose mupeng di depan cokela terbaik dunia: Belgians'!
 Kalo Cathedrale nya sendiri sih, yaaa mirip2 lah sama yang di depan Istiqlal di Jakarta, cuma ya lebih gede dan lebih bagus aja haha.

Cathedrale de St. Michael & St. Gudula
Capek jalan, akhirnya kita naik metro buat ngeliat Basilica du Sacre Coeur versi Brussel (kan ada satu lagi yang terkenal, yang di Paris). Yang nyaranin Bi Eni, beliau memang katolik jadi tau gereja2 keren di Brussel. Karena mikirnya kapan lagi ke Brussel, aku mah ayo aja!

Turun dari metro, ternyata Basilica nya masih di ujung sana, melewati sebuah jalan panjang yang cantik banget dengan deretan pohon2 hijau di pinggirnya. Gini ya kalo di luar negeri, tertata n apik :") Aku ngebayangin sih jalan ini kalo autumn pasti kece banget deh, warnanya kuning2 oranye gitu.

Basilica dari kejauhan. Hosh hosh

Maunya sih gaya ala-ala girlband cover album gitu tapi fail

Gaya menunggu

Charlie's Angels?
Akhirnya setelah what feels like 1 km (lemah nih) kita nyampe juga di Basilica nya. Boleh masuk lhooo despite aku n Dina kerudungan. Ini pertama kalinya aku masuk gereja. Dan rupanya gereja satu ini spesial karena pernah jadi tempat nikahnya Pangeran Belgia yang kemarin ini nih. Ada foto2nya, mereka dinikahin sama Sri Paus dari Vatican City. Dalemnya Basilica emang kece siih, kaca2 patrinya cantik2 banget.

Altar Basilica... liat kaca2nya deh bagus banget tuh


Dari Basilica ini, Bi Eni keliatan dah capek. Tapi dasarnya emang beliau baik, mau aja beliau nemenin kami ke satu destinasi terakhir yang gaboleh dilewatkan kalo ke Brussel: Atomium! Harus naik tram kalo mau ke sana, soalnya letaknya di ujung kota gitu. Sebenarnya gaenakan, tapi Bi Eni berkeras mau, jadi yaaa gapapa deh.

Sampe Atomium, mau liat2 Mini Europe (ini semacam kota miniatur kaya Madurodam di Belanda, atau kaya TMII deh, tapi dia depict Eropa secara keseluruhan) sayangnya dah tutup (udah jam stg 6 gitu pas sampe sana). Jadinya kita liat2 poster film di Kinepolis,  sebuah bioskop yang keren (mirip kaya Blitz GI gitu, film yang diputer banyak banget). Ga niat nonton sih, uda malem juga walaupun matahari masih bersinar terang benderang. Kayaknya definisi malam harus diganti nih selama di Eropa haha

The weight of an atom....ium

Sweet Carousel








Norak banget ya, maapin :p

banyak kaan pelemnya
Sudah puas keliling Atomium, sudah bener2 waktunya pulang nih. Kita ngopi2 cantik bentar di McD (bukan McD sih, tapi yaa semacam itu lah). Aku mesen ke mbaknya pake French lhooo! Seneng bangeet berkesempatan ngomong Francais sama native ^^ Bubar minum kopi kita pulang de naik metro lagi
Sama Bi Eni di Metro pulang. Merci Bi Enii dah nemenin kita seharian banget :")





Eits, ternyata ada satu tempat lagi yang ga boleh dilewatkan, yaitu sebuah taman yang punya Arc yang mirip ama Brandenburg nya Berlin. Galis nyaranin kita ke sana. Dasar darah muda, energi masih ada, kita pun Ayooo. Kebetulan memang Parc du Cinquantenaire ini deket sama apartemen Galis, jadi doi bersedia nemenin ke sana (zuper makasih!) Galis sendiri emang suka kongkow di taman ini kalo sore-sore dan weekend. Dan ga heran siih, karena tamannya emang oke banget! Apalagi dengan sinar matahari terbenam (saat itu jam 9 malam tapi matahari masih semacam jam 5 nya Indonesia) bikin foto2 jadi makin romantis!

sok sok romantis gitu deh :p

 Parc du Cinquantenaire in the afternoon haze (or should i say evening, cause it was 9 pm)
 Akhirnya, badan (dan kandung kemih) gabisa boong. Sudah bener2 waktunya pulang. Dari Cinquantenaire itu kita jalan ke apartemen (emang gajauh), aku dengan nahan2 pipis yang tanpa sadar sudah super kebelet sejak tadi :") What a day! Brussels, i will come back, insya Allah :) Seenggaknya ngunjungin Galis, Bi Eni, dan Bi Ina lagi. Mereka ini baik bangetttttt jazakumullah yaa tante2 dan Galis :")

Malam itu aku tidur enak, karena besok paginya ngejar bus ke Paris. So,... cerita apa dari Paris? Nantikan post selanjutnya! (insya Allah ga lama, stase bedah mayan santai nih ;)





Friday, August 22, 2014

Brussels, Belgium #1


Sempat terjadi tragedy di awal perjalanan Amsterdam-Brussel. Aku berniat langsung beli tiket bus Eurolines Pass di Amsterdam dan langsung dipake buat jalan ke Brussel hari itu juga. Aku ga booking Pass dari Indonesia karena gapunya credit card :” Ternyataaaaa printer di Eurolines Amsterdam lagi rusak dan gabisa ngeprintin Pass kita. Sepele banget ya masalahnya, tapi karena itu aku harus bayar tiket biasa Amsterdam-Brussel seharga 23 EUR. Habis gimana, mau nyari printer sendiri di luar, ga bisa karena Passnya kudu divalidasi di kantor tsb. Mau beli besoknya aja (Mas Eurolines berjanji printer sudah akan bener esok harinya) tapi kita gada nginep di Amsterdam. Aku uda janji akan datang malam itu juga di Brussel sama bibiku yang bakal kuinepin. Jadilah kita terpaksa keluar 23 EUR, hiks, jangan dirupiahin, bikin setres :” Oiya, golden rule selama di Eropa: NEVER ever convert Euro to Rupiah. Eropa adalah benua yang mahal, dan Euro adalah mata uang yang mahal. Bisa-bisa ga enjoy kalo terus terbayang berapa duit yang kita habisin sambil jalan, haha.

Kurang lebih 3 jam kemudian, sampailah kami di Brussel’s Gare du Nord. Turun dari bus, langsung disambut angin kencang yang amat sangat dingin, lebih dingin daripada di Bromo, lebih dingin daripada angin manapun sepanjang hidupku. Dengan merapatkan coat dan jari-jari yang gemeteran, aku pun memanggul backpack ku ke ruang tunggu di Gare du Nord tsb, sampai akhirnya dijemput sama Galis, sepupu jauhku (jauh banget, kalo dek Izzah ga nikah sama Kak Gilang ni Galis ga akan jadi sepupuku wkwk). Kita naksi ke rumah Galis n bibi Ina :)

Sepanjang jalan, aku belajar bahwa di Brussel ini, beda dengan kota-kota lain di Belgia, bahasanya pake Bahasa Perancis. Kalo kota lain Belgia pakenya bahasa Belanda. Galis juga ngomong ama Monsieur supir taksi pake Francais. Wuihihi senengnyaa bisa denger langsung orang ngobrol Perancis :) Sepanjang jalan juga aku melihat bukti Brussel sebagai "Capital of Europe", di Brussel inilah berdiri markas besar Uni Eropa. Eh tiba-tiba taksi belok dan berhenti. Lhooo rupanya rumah Galis pas bener deket markas EU :D

Belgium, negara bilingual. Everything here has two names; in Dutch and in French. Ini papan nama stasiun Bruxelles Gare du Nord (French) atau Brussel Station-Noord (Dutch) :3

Ini pertama kalinya aku ever set foot di rumah Eropa. Beda laah sama di Indo. Di Eropa mostly rumah adalah model apartment/flat, atau kaya rumah susun lah. Jadi satu bangunan terdiri dari beberapa rumah, satu lantai bisa beberapa rumah. Rumah Galis sendiri ditinggali 3 orang, semuanya orang Indo haha. Ada Bi Ina,. Bi Eni, dan Galis. Di rumah Galis ini modelnya minimalis banget, masuk ada rak sepatu trus pintu ke ruang keluarga, ke kanan ada 2 kamar, toilet, dan kamar mandi, ke kiri ada meja makan yang diletakkan di pojok ruang keluarga, dan dapur. Nyebrang pintu depan adalah beranda yang menghadap jalanan di depan, dihiasi pot-pot bunga yang cantik. Memang, kata Bi Ina, di sini lahan terbatas dan tempat tinggal dibuat seefisien mungkin. Setiap rumah terdaftar dan berapa saja orang yang tinggal juga terdaftar, jadi ga da istilah kamar kosong ga kepake.

Sebenernya ini rumah di Amsterdam sih, tapi yaaa kaya2 gini lah. Cantik kaaan (rumahnya) ;)

 Rak sepatunya, wuihi lucu deh. Isinya ga cuma flats2, ada juga alas kaki berbagai musim kaya boots dan flip-flop. Trus ada lemari kecil di samping rak sepatu buat naro syal2 (yang di sini bukan cuma buat gaya2an tapi fungsional untuk menahan angin kencang). Kamar mandinya pake bathtub dengan lantai kering, yang aku ditegor ama bibi soalnya airnya gocer-gocer. Ampun Bi :") Terus setiap ruangan ada benda pipih aneh yang kemudian hari baru kuketahui adalah pemanas ruangan. Hmmmm, orang tropis mana ngerti ya ama pemanas ruangan, haha.

Yang paling luvly dari rumah-rumah Eropa adalah jendelanya! Jendela di sini gede2 banget, hampir segede tembok itu sendiri. Jadi puas banget liatin jalan di depan, dan terang, dan ga kerasa sempitnya ;) Dan meskipun yang namanya apartemen rumahnya ga nginjek tanah, bukan berarti gabisa punya kebun. Bi Eni yang merupakan botanical enthusiast ternyata merawat anggrek2 cantik lucu yang ditaro di pot-pot di beranda. Ada juga berbagai tanaman gantung yang bikin pemandangan jadi ga boring. Beberapa pot bunga juga ditaro di jendela, jadi makin luvly <3 p="">
Beranda rumah Galis dan jalanan di depannya
 Berhubung aku nyampe rumah Galis uda malem, jam 10 lebih (walau rasanya masih jam setengah 6 karena begitu terangnya), kami memutuskan jalan-jalannya besok saja. Bi Ina rupanya uda masakin soto buatku :") Duh, baru hari pertama di Eropa langsung homesick :"D Ya emang gabisa dibandingin ama soto lamongan asli sih, tapi percaya deh, nemu soto di Eropa itu mewah bingiiittsss. Alhamdulillah :)

-bersambung ke bagian jalan-jalan di Brussel-

Thursday, May 1, 2014

Exciting Invitations

Long time no update? heeee forgive me ;(

So, koas life will end in 2 weeks! How fast time flies! Of course I still have Internal meds, Peds, Surgery, and Obgyn, but let's not worry about them until August :D

Now I am on cardiology rotation, held in National Cardiovascular Center Harapan Kita, which is in Grogol, which is like 30 min bus ride from my place, which is why I've been so early birdie these days. Cardiology is FUN. Remember that times when I said I plan to be a cardiologist? I'd been discouraged since cardiology module on 4th semester was disappointing, but now that I am getting hands-on clinical experience, I remember why I want to be cardiologist in the first place.

Cardiology studies the heart. Heart is the "heart" of our bodies; disease of the heart can manifest in a hell lot of presentations. The common chest pain, the ugly swollen legs, the sudden blinding of the eyes, the cranky stomach, everything. Since heart pumps blood, and everything needs blood. So when heart fails, everything fails. All the more fun, studying the heart is sooo logical, I almost don't have to memorize anything as long as I know how the heart works! Unlike neurology when I have to memorize the neural pathways, in cardiology I just need to understand the normal heart cycle, and voila! I know what murmur in all four-auscultation-sites mean. This is what you'd call fun. Logic.

And after cardiology, I'll have 4 weeks holiday! I've already gotten a very interesting invitation to present my research in Groningen, The Netherlands. I need a lot of money though. I am working on it, since THIS IS GONNA BE MY FIRST EUROTRIP! KYAAAA!!! (I reeaaaallly wish I did the fundraising right, otherwise, who on earth has IDR20000000?? Well I guess a lot of people have, but I dont have 20M)

Should my Eurotrip fails (Which I hope WON'T), I still have another offer to be a LO in ..... drumroll..... INTERNATIONAL BIOLOGY OLYMPIAD a.k.a IBO 2014! The event of my dream! This year they're holding the IBO in Bali, Indonesia. Regisrations for volunteer had been commenced, and after a Youtube post and an interview, I GOT IN. I'LL BE IN IBO! heheheheheh forgive me for being overexcited, but this is really really exciting! I could only dream about IBO since I failed on OSP 2009, but now, I'll be joining IBO 2014 :") All thanks to Allah and superkind dr. K (head of EBM module) who agreed to arrange a special exam for me so I could join this IBO (I happen to be having an exam while IBO is in action, so I need to reschedule my exam) :D Well, can't wait for July 2nd!

Friday, September 6, 2013

Minggu 1 di rumah sakit

Hehe, bukannya aku mengabaikan proyek #25Hari25Tulisan. Aku bakal, insya Allah, nyelesaiin sampe ke-25 kok. Walau entah kapan, tapi kalo aku bilang bakal ya insya Allah bakal :3. Maklum deh, soalnya sejak 2 minggu ini aku uda mulai masuk kuliah lagi, menyandang status baru: dokter muda alias Mahasiswa klinik :)

Dan jadi mahasiswa klinik itu rasanya jauuuh beda sama mahasiswa preklinik selama 3 tahun pertama kemaren di fkui. Terlepas dari rasa keren et causa jas putih kinclong, ya :p

1. Tempat domisili uda ga di kampus Salemba lagi, tapi pindah ngesot dikit ke RSCM (bukan Rumah Sakit Cepat Mati lho ya). Kalo selama 3 tahun kemaren kita ke RSCM cuma sebagai relawan yang mengemis pasien buat dianter wira-wiri demi menuhin tugas empati, kini kami naik status jadi dokter muda. Dulu pakenya rompi relawan, sekarang pake jas putih yang anggun (panggil aja "Jas snelli" atau "Snell Jas"). Beda doong rasanya : Dulu dipanggilnya "mbak" sekarang "dok", yaah walaupun merasa sangat belum pantas dipanggil demikian .__. Dan juga, kami mahasiswa FKUI beruntung banget dapat kesempatan belajar di RSCM, yang notabene Rumah Sakit pusat rujukan nasional yang sudah berstandar internasional (bulan April lalu baru dapet sertifikasi JCI lo, artinya RSCM sudah diakui secara internasional :)) Cuma dua FK di Indonesia ini yang bisa belajar di RS berstandar JCI, salah satunya FKUI. Bersyukur doong :)

2. Kerjaannya uda bukan kuliah-praktikum-kkd-pleno lagi, tapi uda jadi diskusi-diskusi-daaaaaan diskusi sampe butek. hehe. Secara pribadi aku lebih suka model diskusi begini, daripada kuliah dalam satu kelas besar 180 orang. Selain karena lebih "awakening" (bikin melek maksutnyeee), diskusi juga memicuku buat belajar banget sebelum masuk kelas. Dulu mah kuliah ya kuliah aja, kepala masih kosong noproblemo, wong bakal dijelasin ama dokternya ini. Masalahnya, dulu seringkali berangkat ke kampus cuma buat pindah bobo doang gara-gara kelas yang terlampau ribut dan dokternya yang bikin ngantuk. Jadinya ga dapet ilmu kan -_-. Nah, hal itu ga terjadi di sesi diskusi klinik. Dokter yang mimpin diskusi banyak nanya-nanya dan mengembalikan pertanyaan kami. "jadi stroke bisa bikin hiperventilasi. menurut kamu kenapa begitu?" "terus pasiennya diapain?" "apa? berapa? kenapa? pengaruhnya apa?" dst dll. Kan tengsin kalo diem aja pas diskusi, sementara temen lainnya pada rebutan jawab. Makanya kudu belajar dulu. Dokter yang terus bertanya juga membuat sistem ARAS lebih aktif sehingga insya Allah ga bakal ketiduran :)

3. Dulu belajar sama pasien standar, atau dengan kata lain, orang sehat yang pura-pura jadi pasien. Sekarang kami dihadapkan pada pasien betulan di RSCM, di mana kami harus wawancara beneran dan periksa pasiennya beneran. Kalo dulu di pasien standar penemuannya sudah bisa diprediksi (wong sehat kok orangnya) kini kami harus lebih teliti meriksanya, dan lebih empatik, dan lebih sistematis. Berpikir juga harus lebih luas, gabisa per modul lagi (mentang-mentang lagi belajar modul gastro, setiap sakit perut dibilang peptic ulcer padahal belum tentu). Terus juga, pasien uda baik banget mau diperiksa sama dokter muda, demi kemajuan pendidikan kedokteran di Indonesia. Musti banget terima kasih sama pasien, dan memperlakukannya semanusiawi mungkin. Ini bukan lagi teman sendiri yang bisa kita wawancara seenaknya, bukan juga boneka yang ga masalah mau dicolok dubur berapa kali pun. Pasien pasti ga nyaman diperiksa sama dokter muda. Tadi aku liat sendiri pasien periksa kandungan, betapa ga nyamannya buka baju diliatin 11 orang, dipegang-pegang perutnya, diperiksa dalam. Tapi tenang aja kalo suatu saat diperiksa sama dokter muda, kami tahu kok apa yang kami lakukan, kan sebelumnya kami sudah belajar dan mencobanya terlebih dahulu antar teman :p Yang penting kami harus bersikap profesional dan percaya diri, jangan sampe bikin pasien ga nyaman dan ga percaya sama kami :)

4. Dulu masih boleh pake black jeans, sekarang no jeans at all. Dulu masih bisa cat kuku kuning ngejreng (asal ga ketauan) sekarang gaboleh total. Dulu masih bisa ngerajut pas kuliah, sekarang harus pantengin dokternya penuh perhatian biar ga salah. Dulu masih bisa makan siang di kafe dengan santai sambil ngobrol, sekarang bahkan makan siang itu sendiri pun belum tentu sempat. Kehidupan koas memang keras, tapi semangat! Demi Indonesia sehat 2013! :D

FKUI 2010, janji kepaniteraan di aula :)



Friday, August 2, 2013

25Hari25Tulisan #2 Susandro Sergio Shadurasjidi

Hari 2
Tema: "Susan, Susan, Susan, udah gede mau jadi apa?" (usul: Eli)

"Susan, Susan, kamu imut deh!"
Hii, sebenernya Andro geli banget kalo ada yang memperlakukannya demikian, seolah ia gadis kecil yang unyu. Jelas geli lah, lha wong sebenarnya ia maskulin punya. Namanya saja keren, Susandro Sergio Shadurasjidi. Sayangnya orang sering memelesetkannya "Susan" saja, tak peduli berapa kali ia cemberut dan meluruskan dengan nama yang lebih cowok macam "Andlo" atau "Celgio" atau "Lacid".

"Susan, Susan, sini yuk main sama tante!"
Ih, apalagi kalo ada tante-tante genit yang main cubit pipi chubby-nya. Padahal pipi adalah fitur kebanggan Andro. Pipinya yang penuh, halus, dan merona. Bagaimana jadinya kalo pipinya habis dicubitin? Suatu ketika Andro pernah sampai balas mencubit tangan seorang tante yang saking usilnya menarik pipi Andro sampai dower. "Hiih, lasain!" pikir Andro waktu itu. "Emang enyak dicubit-cubit? Cakit tau!"

"Susan, Susan, nanti kalo uda gede mau jadi apa?"
Nah, kalo yang kayak gini nih Andro demen. Ada orang yang mengajaknya bicara masa depan. Andro langsung menjawab semangat "Nanti Cucan mau jadi olang kaya. Yang punya lumah gedeee, ada tamannya gedee, ada kolam lenangnya. Biar Cucan bica main ail tiap ali. Teyus juga punya empus yang unyu yang bisa dielus-elus. Teyus juga punya mainan yang buanyaaaak, lego, pajel, belbie, cemuaaanyaa!"
Saking semangatnya, Andro sampai ikut-ikutan manggil dirinya "Cucan" dan keceplosan ngomong dia suka main belbie :D


Wednesday, July 31, 2013

Rambut Tiffany

Tiffany merasa rambutnya sudah terlalu panjang. Jadi ia pergi ke salon, meminta rambutnya dipotong. Sebenarnya bisa saja ia minta potong sama ibu, tapi ia pingin rambutnya ada modelnya. Eh siapa sangka, ibunya justru mendukung dan malah mengantarkan ke salon dekat rumah. Sempat Tiffany pamit sama ayah, tapi kata ayah "Kalo mau rambut modelnya keren jangan ke salon ndeso, ke salon kutho loh sekalian" Haha ayah ada-ada saja.

Sayangnya Tiffany dan ibu mager kalo harus jauh-jauh ke salon kutho. Jadilah mereka ke "salon kampung". Saat Tiffany masuk salon, ada seorang mbak yang rupanya sedang treatment, rambutnya berlapis krim sesuatu. Untungnya treatment itu bisa ditinggal, sehingga sang hair dresser meminta Tiffany segera duduk untuk dicuci rambutnya sebelum dipotong.

"Rambut saya tipis ya mbak", kata Tiffany sambil lalu pada hair dressernya.
"Iya mbak, banget, hehe"
GLEK, ih mbaknya jujur amat, pikir Tiffany.

Tak dinyana, mbak yang lagi treatment tadi nyahut "Enak kali mbak, rambut sampeyan tipis, lurus lagi. Rambut saya nih tebel banget, jadi kaya singa. Makanya saya rebonding biar lurus dan rapi"

Eeh, Tiffany jadi malu sendiri. Selama ini ia benci rambut tipis nya, kesannya hampir botak dan bikin dahinya jadi kelihatan lebar banget. Tapi ternyata ada loh, orang yang pingin punya rambut sepertinya. Tiffany jadi berpikir kembali. Alhamdulillah, rambutnya meskipun tipis tapi sehat dan rapi, tidak beterbangan, tidak bercabang, tidak rontok. Masih banyak orang yang rambutnya lebih parah dari Tiffany. Harus bersyukur jadi orang, no? :)

botak? gapapa, jadi kaya ahli fisika :)

Sunday, July 14, 2013

Contemplate the Universe

Berat amat yak judulnya .__.

I am the kind of person who's easily fascinated. Enough said. Show me the simplest form of fun, i'll fall for it in no time. Like good books, epic science facts, yarns and crochet hooks, or starry sky. The latter has been my most recent fascination, as shown in my most recent blogposts. I like going out at night, stare at the vast, velvety dark sky, and contemplate the tiny dots sparkling before my eyes. And when I'm interested in something, I don't take it for granted. I googled it, read about it, pester my friends who are expert at it. That's how I found HAAJ - Himpunan Astronomi Amatir Jakarta.

HAAJ is a community designed for people who loves astronomy, or stargazing in general, for that matter, like me. It is based on Planetarium Jakarta, which is just a 7 minute walk from my kosan. Eversince I found out that there is a community for stargazing, I started sending emails to them, asking to be a member. Turned out I just need to come to their regular once-every-two-weeks meetings, so they sent me the HAAJ schedule for a year. And I was like, whoa. Their regular meetings are public lectures where people can learn astronomy. Not just the physics, formulas, brain-screwing kind of astronomy, but also the applicative ones, like astrophotography, astroarchaeology, mythical astrology, and when it is Ramadhan; "The Universe from Islamic Point of View". I've been wanting to come since April, but my schedule won't let me. So yesterday, I was very happy I can make it there. I actually invited my friends, but they appeared to be busy. Not wanting to miss another meeting, I decided to come, all by myself (jadi nyanyi).

The lecture was about, like I said, "The Universe from Islamic PoV", brought by Mr. Ikbal Arifyanto. He explained how pre-modern Moslem astronomers view this universe, the naqliyah basis of it all, and how today's astronomy is related to it. I gotta admit that the lecture was brain-screwing. At first I thought maybe because I was a first-comer. But apparently, it was not just me. I noticed people around me were intrigued by Mr. Ikbal's explanation. And how could we not be? He talked about ancient astronomy, when the scientists were Jacks-of-all-trades. You must know that former scientists tend to be multi-expertise. One person can write books about astronomy, medicine, biology, art, and history. Like Al-Biruni. Or Newton. So if we talked about astronomy in ancient time, we can't help but talked about other aspects. And it was very different from modern astronomy we all know today.

But I also learned many fascinating new things. Do you know that former Moslem astronomers were geocentricists who believed that the earth IS the center of universe? What made them think so? And do you know why a week is 7 days? Why not 8, or 5 like in Javanese calendar? We already know that a "day" is defined as the time the earth takes to come one full rotation, a "month" is the time the moon takes to orbit the earth, and a "year" is the time the earth takes to revolve around the sun. But what is the astronomical basis of a "week"? I myself never gave it much thought, until yesterday. The explanation Mr Ikbal gave was brief, but enough to ignite my curiosity, my longing to understand more about it.

Only meetings? Of course not! HAAJ also holds observations after the meetings (if the sky's in good condition), Star Party (out of town, clear skies, tents, telescopes, from dusk til dawn), and Astro Party (astronomy seminar in bigger level, astronomy expo). Some events are for public, to support HAAJ vision to raise people's awareness about our sky and the universe. That's why, HAAJ has members from many different backgrounds; kids and grandpas, boys and girls, high-schoolers, even medstudents (like me xp). The membership is not binding, so anyone who loves stargazing can join.

I also met new friends from yesterday meeting. One of them is, surprise surprise, Mbak Anna, a reporter from Janna Magazine (my favorite magazine!). What a coincidence! She was there to interview the HAAJ chairperson, Mas Rayhan. So naturally I joined her. I get to know how Janna reporter works, I get to know HAAJ from the very chairperson, all in one meeting. Allah surely Knows how to cheer my Ramadhan :)

I am very grateful to finally have the chance to join HAAJ meetings. New knowledge, new friends, and deeper desire to contemplate this universe :)






Wednesday, June 5, 2013

Sakit -sebuah curahan hati-

Di minggu yang mestinya bahagia ini, aku malah terduduk lemas. Mestinya bahagia, karena abi dan ummi datang hari rabu untuk acara kelulusan SMA (MAN, to be exact) adek Tasya. Dan aku sudah sangat bersemangat menyambut mereka sejak pagi di stasiun Gambir. Biar capek dikit jalan geret2 koper, yang penting nanti bisa kumpul sekeluarga.

Tapi apa lacur, sudah kukerjakan Progress Test hari itu secepat mungkin agar bisa segera nyusul abi, ummi, dan adek ke IC Serpong, sampai sana aku malah mendadak dangdut. Bukan deng, mendadak demam. Pas wudhu dhuhur, kok rasanya badan panas dari dalam. Tapi ya karena solat dibawa enjoy aja. Eh pas uda balik ke venue wisudaan (GSG) kok ya demamnya makin tinggi. Dan keadaan terus memburuk sepanjang hari itu, sampai pada keadaan gabisa ngapa-ngapain cuma naro kepala doang di meja. Bahkan ketika sorenya diajak makan pasca wisuda ke Living World Alam Sutra, untuk jalan ke musholla mau maghriban pun gakuat. Jadilah solat kelesotan di lantai Dapoer Penyet, dengan sajadah dua lembar kresek *mukamelas*. Bahkan malemnya makin parah, demamnya ga sembuh eh plusplus diare +++.

Melihat keadaanku yang sungguh menyedihkan dan tidak membaik esoknya, malah memburuk, rupanya ummi dan abi ga tega. Mestinya mereka dan adek pulang ke Malang Kamis sore itu, dengan Gajayana. Tapi karena akunya uda kaya zombie, ummi terpaksa menjual tiketnya dan tinggal untuk nyusterin aku. Oh ummi, apalah diriku ini tanpamu :")

Perlu diingat bahwa Jumat adalah jadwal ujian Sumatif 1 Modul Hematologi-Onkologi, dan sebelum ujian juga ada diskusi kelompok. Karena tidak memungkinkan, terpaksa aku ijin. Ini pertama kali aku ijin diskusi kelompok selama 3 taun jadi mahasiswa FKUI, ijin ujian pula. Sialnya hari itu adalah diskusi kelompok terakhir di FKUI, karena setelah ini kami FKUI 2010 akan masuk klinik dan gada lagi yang namanya diskusi kelompok. huhu, guess i missed the foto-foto session ;(

Intinya sejak Rabu malam - Jumat itu aku diare ga sembuh-sembuh. Karena uda belajar (ciee) aku mendiagnosis diriku ini diare karena infeksi bakteri (gatau darimana ya, perasaan makanku bersih-bersih aja). Dokter yang meriksa aku pas hari Kamis pun setuju, dan aku dikasi antibiotik Cefadroxil. Yang tidak aku tau, Cefadroxil ini dosisnya 2 kali sehari, dan tidak ada indikasinya buat diare. Entah apa yang dipikirkan dokter itu pas meriksa aku. Akunya juga bego sih, ga cek dulu dosis dan indikasi obatnya padahal uda belajar -__-. Kuminum itu Cefadroxil 3 kali sehari, kok diarenya bukannya sembuh malah makin parah, jadi berdarah dan perutku aduhai sungguh mules tiada tara. Sebelumnya nggak padahal. Dan setelah kucek-cek, ternyata Cefadroxil memiliki efek samping: mulas dan diare berdarah. Apa-apaan ini, sudah ga ada indikasi diare, malah bikin efek samping diare berdarah. Akhirnya bermodalkan slide kuliah modul gastrointestinal, aku kembali mendiagnosis ulang diriku sendiri. Demam ++, muntah -, diare berdarah +++, mulas +++ adalah ciri-ciri infeksi Shigella, dan obatnya bisa pake Amoxicillin. Yaudah aku ganti amoxicillin.

Dan aku bersyukur banget ada ummi yang tinggal di situ. Aku dibikinin bubur. Ga kebayang kalo gada ummi, ga bakalan deh aku makan. Wong bubur uda siap tinggal disuapin aja aku masih gamau makan, apalagi kalo kudu nyari makan sendiri :"") Pokoknya ada ummi jadi keurus banget, makan disuapin, kamar dibersihin, kaki dikaoskakiin, perut diminyakkayuputihin, diselimutin, dipijitin, didoain, dibangunin solat. Hiks, ummi lah ibu terbaik sedunia.

Alhamdulillah entah karena cefadroxilnya berhenti atau bakterinya uda keluar semua atau perawatan nomor satu ummi, pada hari Sabtu aku uda nafsu makan lagi. Dipesenin pizza hut trus makan berdua sama ummi ya walopun setelahnya mules-mules lagi hahaha. Dan pada hari Ahad aku uda bisa solat sambil berdiri, uda mau diajak ummi ke Istiqlal juga, ikut pengajian, walopun dengan langkah tertatih dan muka mbah-mbah wkwk. Karena surat dokter cuma sampe 2 Mei, aku Senin juga uda musti masuk kuliah lagi. Ummi pun pulang Ahad sorenya, kembali menemui tanggung jawabnya yang lebih banyak di Malang.
pizzahutdelivery

Senin sebenernya aku periksa lagi k dokter kampus, trus katanya malah amoxicillin juga bukan buat saluran cerna #malu #namanyajugadiagnosissendiri. Jadinya aku dikasi antibiotik baru, kotrimoxazol. Wuidih uda banyak kali antibiotik yang masuk badanku, semoga aja bakteri-bakteri di badanku ga jadi resisten semua ya :") #serem

Alhamdulillah berkat doa banyak orang dan kasih sayang Allah, keadaanku makin membaik. Sekarang uda ga diare lagi, tinggal mules-mules aja. Belum bisa puasa lagi, tapi insya Allah soon. Doakan ya ;)

Yang jadi pelajaran kali ini adalah,
1. Betapa sakit itu sangat ga enak. Bikin gabisa ikut ujian dan foto-foto diskusi terakhir. Gabisa menikmati makanan enak Living World, gabisa menikmati momen wisuda adek yang mestinya sangat menyenangkan. Jaga kesehatan, ya!

2. Manusia cuma bisa berencana, tapi Allah lah bosnya. Boleh aja aku seneng-seneng mau jalan sama keluarga pasca wisudaan, rencana ini-itu. Tapi dengan satu pukulan diare, semua batal. Tapi gantinya? Ummi tinggal menemaniku 5 hari, dan itu sangat lebih dari cukup. Aku uda pingin pulang sejak awal Mei lalu, dan ga jadi-jadi. Eh sama Allah malah umminya yang dikirim nemenin aku. "Dan Allah Mengetahu, sedangkan kamu tidak mengetahui" :)
muka pucet, ini hari kamis



Monday, January 14, 2013

Suku Bubuhu

Dulu, saat Indonesia masih belum dijajah Belanda, banyak kerajaan menduduki kepulauannya. Salah satunya kerajaan Buana di pulau antah berantah. Kerajaan Buana diperintah oleh seorang Raja yang tegas dan adil, ditemani Patih yang sangat bijak. Sang Raja sangat mempercayai Patihnya, dan tidak pernah memutuskan sesuatu apapun tentang kerajaan tanpa mendiskusikannya dengan Patih terlebih dahulu.

Suatu hari, Raja sedang bersiap-siap melakukan perburuan rutin ke Hutan. Namun karena daerah berburunya kali ini belum pernah dijamah manusia, ia ingin ditemani Patih. Patih pun setuju untuk menemani Raja berburu. Maka berangkatlah Raja, Patih, dan beberapa prajurit pilihan ke Hutan Cakra Kencana.

Setelah beberapa kilometer berkuda, tiba-tiba ada sesuatu yang berkeresek di lantai hutan. Raja, mengira itu buruan yang besar, segera mengejarnya, diikuti Patih dan para prajurit. Ternyata, makhluk yang menimbulkan bunyi itu bukan hewan buruan, melainkan seekor ular yang sangat besar dan tampak galak. Raja pun sigap mencabut pedangnya. Namun ular itu lebih sigap dari Raja. Tepat sebelum Raja menebas kepalanya sampai lepas dari tubuh panjangnya, ia sudah lebih dulu menancapkan sepasang taring berbisa ke kelingking Raja.

Raja melenguh kesakitan dan melihat jari kelingkingnya bengkak. Patih seketika tahu, ular yang menggigit Raja bukan ular biasa, melainkan ular yang bisanya mematikan hanya dalam beberapa menit.

"Cepat, Raja, sebelum racun ular itu menyebar ke tangan Paduka, segera potong jari kelingking Paduka!" saran Patih tergesa-gesa.

Raja yang sangat mempercayai Patih pun tanpa berpikir langsung memotong kelingkingnya. Segera saja Raja merasa lebih baik, tidak lagi pusing keliyengan. Namun ia jadi bisa berpikir jernih lagi dan menggerutu sambil berkuda bersama rombongannya, "Alangkah sialnya aku, bukannya dapat buruan, malah digigit ular dan kehilangan jari kelingking pula"

Sang Patih yang bijaksana menyahut "Ah Paduka, yakinlah bahwa semua ini pasti ada hikmahnya, termasuk juga kelingking Paduka yang terputus"

Mendengar itu Raja semakin kesa; "Gara-gara kau, Patih, aku jadi memutuskan jariku. Beraninya kau bilang ini semua akan berguna. Prajurit, jebloskan Patih tak tahu diri ini ke penjara!"

Patih yang bijak itu hanya tersenyum lemah. Ia dan beberapa orang prajurit kembali ke istana untuk memasukkannya ke dalam penjara. Sementara itu, Raja dan prajurit sisanya kembali melanjutkan perburuan ke hutan yang lebih dalam lagi.

Semakin jauh mereka berkuda, tanpa sadar, mereka memasuki wilayah Suku Bubuhu yang primitif dan menganut waham animisme. Tiba-tiba saja mereka sudah terkepung dikelilingi para anggota suku yang bertampang buas dan liar.

"Asyik sekali, hari ini dapat banyak untuk persembahan pada para Dewa dan Roh. Ayo kita bawa ke KepSuk (kepala suku, red.)" kata salah seorang di antara mereka.

Raja dan prajuritnya yang hanya sedikit tidak berdaya melawan Suku Bubuhu yang jauh lebih banyak daripada mereka. Pasrah saja mereka digiring ke hadapan KepSuk Bubuhu. Anggota suku Bubuhu liar-liar dan jelek-jelek. Benar saja, KepSuknya ialah yang kelihatan paling liar dan paling jelek. Sang KepSuk agung itu tampak senang sekali melihat Raja dan prajuritnya. Namun saat memeriksa Raja, ia mendadak marah.

"Yang ini jarinya tak utuh! Kelingkingnya hilang! Lepaskan saja, daripada kalau kita korbankan dia malah bawa sial nantinya!"

Raja pun dibebaskan. Tidak percaya dengan keberuntungannya, Raja segera berkuda dengan kecepatan penuh kembali ke istana, dan tanpa membuang waktu lagi ia turun ke penjara bawah tanah menemui Patih.

"Paman Patih, maafkan aku. Ternyata memang benar putusnya kelingkingku ini menyelamatkanku dari Suku Bubuhu yang mau mengorbankan aku buat Dewa mereka. Terima kasih sudah menyarankan memutuskan kelingkingku,  Paman!" kata Raja sambil sesenggukan.

"Sudahlah, Paduka. Hamba juga berterima kasih sekali pada Paduka,.."

"Loh, kok kamu juga berterima kasih, Paman Patih?"

"Ya kalau saja Paduka tidak menjebloskan hamba ke penjara ini, tentu hamba juga sudah jadi korban Dewa Suku Bubuhu"

Keduanya tertawa, dan sejak itu, Raja semakin menghormati Patihnya dan tidak pernah lagi meragukannya.


disadur dari "Pesantren Dongeng" by Awang Surya. hikmahnya? :)