Saturday, August 3, 2013

25Hari25Tulisan #3 Perseids

Hari 3
Tema: Langit (Usul Muthia)

Di zaman modern penuh polusi cahaya ini, mungkin langit malam yang pekat dan cantik sudah jadi barang langka. Cuma sedikit orang yang masih ingat bagaimana cantiknya langit malam saat benar-benar gelap, dengan taburan bintang yang berkelip menggoda. Belum lagi jika langit ditingkahi seleretan cahaya meteor, atau yang biasa dikenal "bintang jatuh". Bayangkan duduk santai ditemani angin sepoi dini hari, dan tiba-tiba, set! Sebuah meteor numpang lewat di atas kepala kita. Not a scene you will forget for maybe a lifetime :)

Hujan meteor (meteor shower) adalah event tahunan yang ditunggu oleh para skygazer. Salah satu yang paling ditunggu adalah hujan meteor Perseids, yang bisa diamati setiap awal bulan Agustus. Ketika Perseids mencapai puncaknya, kita bisa melihat sampai 100 meteor per jam. Dinamakan Perseids, karena semua meteornya terlihat berasal dari satu titik di dekat konstelasi Perseus. Dari Indonesia pada bulan-bulan ini, Perseus baru terbit menjelang tengah malam. Menemukannya gampang saja, lihat ke langit timur laut, Perseus ada di utaranya Capella, a star so bright you cannot miss ;) Oiya FYI Perseus juga dekat dengan konstelasi Taurus, yang khas dengan bentuk huruf V nya, dan bintang yang paling terang yaitu Aldebaran di ujung salah satu kaki V tersebut. Kenapa saya bawa-bawa Taurus? Karena itu zodiak saya :p (pentingbanget)

Perseus the Hero. Notice the bright Capella to the south and Taurus (upside-down V) in the east. Sumber: falakonline.net
Walaupun sebenernya, untuk menyaksikan Perseids kita gaperlu susah-susah nyari dimana Perseus (capedeh hehe), karena meteornya tersebar di seluruh bidang langit. Cuma kalo kita mau mastiin itu bener meteor Perseids, telusuri aja jejak meteornya, bisa dipastikan ia berasal dari satu titik di depan (??) Perseus :D

Jadi, bagaimana cara biar dapet liat pertunjukan langit paling spektakuler tahun ini? Gampang banget!

Pertama, pastikan dulu tanggalnya benar. Perseids tahun ini diperkirakan mencapai puncaknya (50-100 meteor/jam) pada 13 Agustus 2013 (deket lebaran, tuh). Meskipun untuk menyaksikannya kita gaperlu juga nunggu 13 Agustus, karena yang namanya hujan meteor terjadi dalam rentang waktu beberapa hari-minggu. Boleh kalo penasaran banget coba mengamati sejak seminggu sebelumnya, dengan rate yang makin meningkat seiring mendekati puncak. (Psst, bahkan beberapa malam lalu saya uda bisa lihat meteor selama seminggu loh, meskipun ga semuanya Perseids, tapi nyampur sama meteor-meteor Delta Aquarids yang berasal dari konstelasi Aquarius :)) Pastikan saja anda tidak melewatkan puncaknya tanggal 13, karena jumlah meteor akan menurun drastis setelah itu. Beruntungnya, tahun ini bulan tanggal 13 Agustus sedang sabit, jadi insya Allah sinarnya ga begitu menghalangi observasi meteor :)
Perseids Tahun ini. Sumber: Facebook HAAJ
Kedua, pastikan tempatnya oke. Untuk melihat meteor (atau event perbintangan apapun) kita butuh langit yang benar-benar gelap dengan lapang pandang yang luas. Ini agak sulit, karena yaa tau sendirilah gemerlapnya lampu kota :'D Boleh coba mungkin tengah sawah atau tengah lapangan, atau sesial-sialnya jemuran. Tapi angkat dulu semua jemurannya biar tidak menghalangi pandangan :D Mau nyaman, boleh bawa alas duduk biar ga kotor, selimut biar hangat, minum biar ga dehidrasi, dan binokular kalo punya. Meskipun gaperlu binokular buat nonton meteor, tapi pasti ga nahan deh untuk meneropong bintang-bintang cantik di atas sana :)

Ketiga, persiapkan fisik dan mental. Meteor cenderung paling bagus dilihat pada jam-jam lewat tengah malam sampai menjelang subuh. Jadi biar fisiknya kuat dan ga ketiduran, siangnya bisa tidur dulu. At least siapkan sejam lah buat mengamati Perseids. Biar mentalnya kuat (lewat tengah malam bo) banyakin istighfar dan jangan lupa solat tahajud. Seru lo, tahajud under the stars ;)

Terakhir, enjoy the show! Meteor Perseids bisa muncul di bidang langit mana saja, di depan konstelasi apa saja, dan kapan saja. So, buat dirimu senyaman mungkin, buka mata selebar mungkin, fokus pada satu bidang langit saja, misalnya langit sebelah selatan, dan tidak usah pedulikan langit yang lain. Makanya penting lapang pandang yang luas biar keliatan langitnya luas dan kita tidak melewatkan meteor-meteor cantik tersebut. Yang namanya meteor, terjadinya cuma sepersekian detik saja, berupa seleretan cahaya yang subhanallah banget. Bakal nyesel kalo cuma dilihat di ujung mata doang :'D Maka mari buka mata lebar-lebar!
Perseids meteor. Sumber: NatGeo 2009

The Science Behind Perseids
Meteor Perseids berasal dari debu komet Swift-Tuttle yang memasuki atmosfer bumi dengan kecepatan 210.000 km/jam (whooosh!) sehingga menimbulkan percikan cahaya yang terlihat dari bumi seperti "bintang jatuh". Komet, seperti planet, juga bergerak mengorbit matahari. Komet Swift-Tuttle ini orbitnya berbentuk sangaat lonjong, dengan ujung terluar letaknya lebih jauh dari Pluto, dan perihelion (titik terdekat dengan matahari) ada di dalam orbit bumi. Komet ini meninggalkan debris-debris berupa pecahan komet di sepanjang orbitnya. Pada awal Agustus (tanggal-tanggal terlihatnya hujan meteor Perseids), bumi melintasi orbit Swift-Tuttle yang penuh debris ini. Nah, debu yang menggesek atmosfer inilah yang kita lihat sebagai meteor.
Ilustrasi bumi yang memotong orbit Swift-Tuttle. Sumber: Earthsky.org via AstroBob

REFERENSI:

  1. Ahmad S. Meteor perseids di hari raya. Malaysia: 2013. Tersedia dari: URL: http://falakonline.net/semesta/2013/07/meteor-perseids-di-hari-raya/. Diakses pada: 3 Agustus 2013
  2. McClure B. Everything you need to know: Perseid meteor shower. 2013. Tersedia dari: URL: http://earthsky.org/astronomy-essentials/everything-you-need-to-know-perseid-meteor-shower. Diakses pada: 3 Agustus 2013





Friday, August 2, 2013

25Hari25Tulisan #2 Susandro Sergio Shadurasjidi

Hari 2
Tema: "Susan, Susan, Susan, udah gede mau jadi apa?" (usul: Eli)

"Susan, Susan, kamu imut deh!"
Hii, sebenernya Andro geli banget kalo ada yang memperlakukannya demikian, seolah ia gadis kecil yang unyu. Jelas geli lah, lha wong sebenarnya ia maskulin punya. Namanya saja keren, Susandro Sergio Shadurasjidi. Sayangnya orang sering memelesetkannya "Susan" saja, tak peduli berapa kali ia cemberut dan meluruskan dengan nama yang lebih cowok macam "Andlo" atau "Celgio" atau "Lacid".

"Susan, Susan, sini yuk main sama tante!"
Ih, apalagi kalo ada tante-tante genit yang main cubit pipi chubby-nya. Padahal pipi adalah fitur kebanggan Andro. Pipinya yang penuh, halus, dan merona. Bagaimana jadinya kalo pipinya habis dicubitin? Suatu ketika Andro pernah sampai balas mencubit tangan seorang tante yang saking usilnya menarik pipi Andro sampai dower. "Hiih, lasain!" pikir Andro waktu itu. "Emang enyak dicubit-cubit? Cakit tau!"

"Susan, Susan, nanti kalo uda gede mau jadi apa?"
Nah, kalo yang kayak gini nih Andro demen. Ada orang yang mengajaknya bicara masa depan. Andro langsung menjawab semangat "Nanti Cucan mau jadi olang kaya. Yang punya lumah gedeee, ada tamannya gedee, ada kolam lenangnya. Biar Cucan bica main ail tiap ali. Teyus juga punya empus yang unyu yang bisa dielus-elus. Teyus juga punya mainan yang buanyaaaak, lego, pajel, belbie, cemuaaanyaa!"
Saking semangatnya, Andro sampai ikut-ikutan manggil dirinya "Cucan" dan keceplosan ngomong dia suka main belbie :D


Thursday, August 1, 2013

25Hari25Tulisan #1 Atap

Kelompok ngaji ku di kampus bikin proyek bersama. Untuk memperingati sisa Ramadhan dan 17 Agustus, Gadis mengusulkan challenge menulis. Menulisnya bebas, tema ditentukan bersama selama 25 hari. Bismillah, semoga ga kandas di tengah jalan :)

Hari1
Tema: Tempat Merenung Paling Cihuy (Usul: Tiara)

Sulit mencari tempat yang lebih menenangkan bagi gadis berlentik mata itu
Selain atap rumah di malam hari yang cerah
Tak peduli dinginnya, gelapnya, senyapnya

Di sanalah ia menemui bintang-bintang berkerlip
Di sanalah ia balas tersenyum pada lengkung bulan sabit
Di sanalah ia mengadu pada Tuhan yang terasa sangat dekat

Karena malam, dengan segala kekelamannya
menawarkan tabir yang paling rapat
sehingga ia bisa mengurai topeng yang menyesakkannya di siang hari

Karena angin, dengan segala kesejukannya
membawa pergi rindunya yang paling rahasia
sehingga tidak lagi membebani rongga dadanya

Karena bintang-bintang, dengan segala kerlip tak berdosanya
menanggapi dalam diam kesahnya yang berentetan
sehingga lepas sudah apa yang meruweti pikirannya

Karena Tuhan, dengan segala KeagunganNya
mendengarkan dan menjawab keresahan hatinya
hanya mengingatNya, maka hatinya tenang
dan itu sangat cukup baginya.



Wednesday, July 31, 2013

Rambut Tiffany

Tiffany merasa rambutnya sudah terlalu panjang. Jadi ia pergi ke salon, meminta rambutnya dipotong. Sebenarnya bisa saja ia minta potong sama ibu, tapi ia pingin rambutnya ada modelnya. Eh siapa sangka, ibunya justru mendukung dan malah mengantarkan ke salon dekat rumah. Sempat Tiffany pamit sama ayah, tapi kata ayah "Kalo mau rambut modelnya keren jangan ke salon ndeso, ke salon kutho loh sekalian" Haha ayah ada-ada saja.

Sayangnya Tiffany dan ibu mager kalo harus jauh-jauh ke salon kutho. Jadilah mereka ke "salon kampung". Saat Tiffany masuk salon, ada seorang mbak yang rupanya sedang treatment, rambutnya berlapis krim sesuatu. Untungnya treatment itu bisa ditinggal, sehingga sang hair dresser meminta Tiffany segera duduk untuk dicuci rambutnya sebelum dipotong.

"Rambut saya tipis ya mbak", kata Tiffany sambil lalu pada hair dressernya.
"Iya mbak, banget, hehe"
GLEK, ih mbaknya jujur amat, pikir Tiffany.

Tak dinyana, mbak yang lagi treatment tadi nyahut "Enak kali mbak, rambut sampeyan tipis, lurus lagi. Rambut saya nih tebel banget, jadi kaya singa. Makanya saya rebonding biar lurus dan rapi"

Eeh, Tiffany jadi malu sendiri. Selama ini ia benci rambut tipis nya, kesannya hampir botak dan bikin dahinya jadi kelihatan lebar banget. Tapi ternyata ada loh, orang yang pingin punya rambut sepertinya. Tiffany jadi berpikir kembali. Alhamdulillah, rambutnya meskipun tipis tapi sehat dan rapi, tidak beterbangan, tidak bercabang, tidak rontok. Masih banyak orang yang rambutnya lebih parah dari Tiffany. Harus bersyukur jadi orang, no? :)

botak? gapapa, jadi kaya ahli fisika :)

Saturday, July 27, 2013

dear one who obeys

my dear one who obeys
how does your heart feel today?
are you still confused
from last night's encounter and yesterday's daydream?

or have you made your mind
to leave or to stay
for it might be your first step to serenity
or the door to your downfall

my dear one who obeys
aren't you tired of going in circles?
repeating the same pattern, yet again
falling to the same grave, yet again

do not be misled, my dear
haven't you get your goals set?
do not ever trade them for temporary sparks
for they may died out someday
and leave you in darkness, alone and forgotten

my dear one who obeys
always be careful, be thoughtful, be considerate
for every step you take
and every decision you make
can either guides you to heavens
or leads you to eternal hell

but heaven knows, my dear
when is the right time, who is the right one
all has been written
all you have to do, is ask, my dear
sooner or later, it will all become crystal clear.





Tuesday, July 23, 2013

Quickie snapshots

taken in Margo City Foodcourt, July 24th, with laptop's camera
(tasya, muthia, asfiya, fatiya, dina)




Monday, July 22, 2013

Kejutan Ramadhan: Ramadhan Jazz Festival 2013

Jadi ceritanya hari ke 11 Ramadhan ini kosan sepi banget, saya gada temen buka puasa. Bermula dari modus nyari buka puasa gratisan (upsdotcom) saya pun berangkat ke masjid Cut Mutia yang lumayan deket letaknya dari kediaman. Sekalian cari jamaah maghrib dan sekalian tarawih pula, begitu pikir saya. Apalagi masjidnya adem dan lumayan gede, semoga saja imamnya enak dan ga banyak gangguan dalam bentuk anak-anak kecil berlarian (yang sungguh menyebalkan hehe).

Saya berangkat sepuluh menit sebelum maghrib. Mendekati TKP, kok banyak sekali mobil, apalagi ada mobil-mobil TV macam Metro TV dan ANTV. Hmm, ternyata di pelataran Masjid Cut Mutia akan diadakan Ramadhan Jazz Festival. Acara yang kayaknya seru ini diadakan oleh RICMA (Remaja Islam Masjid Cut Mutia). Keren juga ya remaja masjidnya, bisa bikin acara yang gede begini.

Ba'da tarawih (yang alhamdulillah tenang walaupun aneh, 4 rokaat salam instead of 2-2), saya pun nongkrong di pelataran parkir sambil nungguin acaranya mulai. Suasanya asik bo, di atasnya ada lampion-lampion gitu, terus masjidnya juga cantik. Untuk penonton yang dateng awal-awal, syukur banget disediakan tempat duduk yaitu karpet masjid yang berbaris-baris bekas tarawih :D Penonton yang dateng awal-awal ini notabene adalah bekas jamaah tarawih.

Sembari MC (yang namanya kebetulan Mutia juga) casciscus di stage, saya mencoba nyelesaiin tadarrus. Penonton pun makin banyak berdatangan, dan makin beragam, termasuk di antaranya ciwi-ciwi gaul yang emang niat noton jazz fest (bukan penonton cabutan macam saya, hehe). Di antaranya saya menemukan Dita, temen SMA yang cukup gaul, secara anak FISIP UI, fakultas paling gaul se-UI :p

Dari celotehan Mbak Mutia, saya jadi tau bahwa acara ini merupakan hari kedua. Dan saya beruntung dateng di hari kedua ini, karena performernya pun keren-keren. Ada Tulus, Barry Likumahuwa Project (BLP), Dwiki Dharmawan, sampai Mbak Bertha. Ini pertama kali saya nonton jazz, jadi ya belum cukup paham apa kerennya. Tapi semua berubah ketika performer pertama naik panggung.

Shadu Rasjidi, begitu nama bandnya. Yang mencolok dari band ini adalah bassist sekaligus leadernya, mas Shadu, yang guanteng tenan. Saya aja yang duduk di rada belakang bisa keliatan itu mas Shadu senyumnya bikin termehek-mehek, hehe, apalagi ciwi-ciwi yang di depan ya. Permainan bassnya pun keren (penulis adalah bassist amatiran semasa SMA, jadi ya cukup tau lah ya). Belakangan saya baru tau, Mas Shadu ini adalah putranya Idang Rasjidi, musisi jazz kawakan Indonesia. Yaa ga heran lah. Air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga :)

ini Om Idang dan Shadu lagi perform di Kemang, check him out :D


Lanjut setela mas Shadu, ada performance dari "Pretty Lotion" band, ga bgitu saya perhatiin sih karena saya pulang sejenak naro tas. Terus pas balik lagi, pas banget yang perform Tulus. Mayan banget, musiknya oke. FYI dulu Tulus ini pernah nampil di acara Have Fun Go Med FKUI loh :D Terus berlanjut performance dari Joey Alexander. Dia masih kecil bo, 10 taun, tapi main pianonya uda keriting banget. Kalo googling, Joey ini dikenal sebagai jazz prodigy dari Indonesia, di mana dia bisa spontan main keyboard sejak umur 6 taun, Di Ramadhan JazzFest kali ini, dia berkolaborasi dengan Barry Likumahuwa dan seorang saksofonist dalam sebuah jam session. Keren abiezzsss lah pokoknya!

Belum lagi setelah itu penampilan Dwiki Dharmawan and Friends, yang featuring, eng ing eng, mas Shadu lagi! :D Mereka bawain lagu Uje yang "Subhanallah walhamdulillah" itu loo. Pas banget saat itu turun hujan, jadi penonton (yang tiba2 jadi banyaaak banget) berteduh di sekeliling. Tapi ada sebagian kecil yang justru berlindung dari hujan dengan merapat ke panggung. Kesempatan modus biar bisa liat mas Shadu up close, saya pun ikutan :p Saya malah jadi ikutan fan-girling sama mba-mba di sebelah saya. Untung sih, karena pas banget hp saya mati. Jadi karena dapet kenalan, saya dikirim foto2 sama mba tsb via whatsapp. Ni dia foto2nyee

om dwiki and mas shadu

senyumnya >,<
Setelah Om Dwiki, yang naik panggung adalah BLP! Jreng, another awesome performace. Sebenernya Barry sendiri bukan muslim, kata dia, tapi dia seneng banget bisa nampil di depan masjid yang cantik ini, dan membawa pesan persatuan buat kita semua. Permainannya, ga usah ditanya lagi lah, oke punyaa! Barry jago banget dalam membetot bass dan menciptakan harmoni dari berbagai instrumen di band-nya, mulai saksofon sampai drums. Yang menakjubkan, BLP juga bawain lagu "Sholatullah Salamullah". Hem, ini nih namanya toleransi antar agama :)

Performance terakhir yang tak tonton adalah BBJ yang ada Mbak Bertha. Itu lo, yang dulu ngelatih AFI. Mbak Bertha juga bukan muslim ya, tapi dia mau nampil di Ramadhan JazzFest yang notabene adalah acara charity ini. Keren kaan...

Oiya, Ramadhan Jazz Fest ini meskipun performernya berkelas semua, tapi kita ga dikenai biaya sepeser pun. Konsep acaranya adalah acara amal, di mana penonton dianjurkan membeli gelang seharga 10.000 yang penghasilannya 100% akan disumbangkan buat korban gempa Aceh. 

Menurut saya, acara Ramadhan Jazz Fest ini keren dan inovatif. Biasanya kan Ramadhan diisinya ceramah-ceramah, yang mungkin bagi beberapa orang membosankan. Karena itu, dakwah bisa dilakukan lewat cara lain yaitu festival musik macam begini. kaya Sunan Kalijogo jaman dulu kan, dakwah dengan menyusupkan nilai Islam di budaya jawa yang masih kental pake wayang-wayangan.

Awalnya jujur saya sendiri agak ga setuju, wong konser kok di halaman masjid. Soalnya pas nunggu tarawih itu kedengeran suara soundchecknya, jadi ya cukup mengganggu. Tapi mungkin tujuannya biar sekalian bisa habis tarawih kali ya. Yang jelas tujuan acara ini mulia, yaitu beramal di bulan Ramadhan, sekaligus dakwah, karena lagu-lagu yang dibawakan pun bernapas Islami meskipun beberapa bukan muslim. Yah, seenggaknya mereka menghormati bulan Ramadhan dengan pake baju nya baju koko gitu :D

Mungkin saran saya (kaya anak RICMA pada baca blog ini aja -_-), kalo bisa performernya muslim semua. Kan namanya Ramadhan Jazz Fest, jadi sebisa mungkin disesuaikan dengan koridor syariat. Kalo bisa juga penontonnya dipisah cowok-cewek, biar ga tumplek blek semua nyampur hehe :)