Tuesday, May 17, 2011

Pluralisme

Awalnya sih saya chatting dengan teh celine karena mau konsultasi soal neurosains. Beliau adalah alumni neurosains S2 ITB. Teh Celine menekankan bahwa yang penting adalah kita paham bahwa setiap struktur dalam tubuh ini pasti ada fungsinya. Rabbanaa maa khalaqta haadza baathilan, tidak ada suatupun ciptaanNya yang tidak berguna. maka belajar itu berlandaskan struktur dulu, alias histologi, baru anatomi, lalu fisiologi, biokimia, dan patologinya.

Beliau pun menyarankan pada saya sebuah website, online course dari MIT, dan subhanallah, isinya adalah materi2 kuliah MIT yang dibagikan kepada khalayak umum, gratis, tanpa registrasi

"waah seharusnya memang begini ya teh, ilmu itu disebarkan seluas2nya buat siapa saja"
"iya, sesuai dengan konsep Islam sebagai rahmatan lil alamin kan"

mulai sinilah, chat kami berubah menjadi diskusi menarik tentang pluralisme dalam Islam.

Islam sebagai agama rahmatan lil alamin, memang semestinya bisa mengayomi semua makhluk Allah di alam semesta ini. seringkali bahkan orang islam sendiri kurang memaknai hal ini, yang mengakibatkan pelecehan SARA dan permusuhan antar agama. mentang2 yang nanya orang nasrani, ga dikasih tau. Padahal mereka dan kita kan sama-sama makhluk Allah. Bahkan orang sekuler atau atheis sekalipun, kalo mereka nanya2 masa iya ga dijawab. Sementara orang MIT itu, yang notabene bukan muslim, tetap tidak pelit membagi ilmunya kepada seisi dunia, tak terkecuali muslim. padahal apakah agama mereka mengenal konsep rahmatan lil alamin ini?

teh celine lalu bicara mengenai buku berjudul "tangga ke langit", yang bercerita tentang mualaf dari Aussie. di buku itu, ada quote bagus

"Jika mengenali Tuhan adalah tangga menuju langit, maka anak tangga yg saya naiki pertama kali adalah syariat nasrani. Hingga anak tangga tertentu sy dibuat tersadar, bahwa untuk menuju anak tangga lebih tinggi yang bisa mencapainya hanyalah syariat islam.."

pada awalnya, mualaf ini nasrani. namun semakin dia taat, semakin terkuaklah padanya kebenaran. teh celine pun bilang beberapa teman nasraninya yang taat2 pada akhirnya masuk Islam. Namun tak pernah ada ceritanya muslim taat masuk nasrani.

terlihat bahwa antara konsep rahmatan lil alamin dengan pluralisme dalam Islam itu hampir sama. Bahwa Islam ada untuk menjadi petunjuk dan rahmat bagi semesta alam, bahwa justru Islam lah (apabila dianut dengan benar)yang akan mendamaikan dan menenangkan hati. setaat2nya orang nasrani, pada akhirnya fitrahnya sebagai hamba Allah akan berbicara. Ini salah satu bukti hidayah memang misteri Ilahi.

suka sedih juga, melihat agama Islam kini sering dipandang rendah. terorislah, kunolah, melecehkan wanitalah, ...padahal imej itu tercipta hanya dari kurang dalamnya pemahaman terhadap Islam. Dan sedihnya lagi, bahkan muslim sendiri merusak citra Islam dengan main bom secara radikal, bahkan menyebarkan aliran sesat yang meresahkan seantero negeri.

Berbahaya memang, jika memahami agama hanya separo-separo. Orang nasrani yang tidak taat bisa hina-hina orang Islam. orang islam yang tidak taat juga bisa hina-hina orang nasrani. inilah buktinya bahwa masih banyak orang yang belum paham mengenai "Islam sebagai rahmatan lil alamin" ini. Padahal tidak ada orang yang masuk surga karena amalnya, orang masuk surga semata-mata karena rahmatNya... (hr Tirmidzi kalo ga salah)

No comments:

Post a Comment